tirto.id - Survei terbaru Voxpol Center Research and Consulting yang digelar pada 3 sampai 12 Oktober 2026 merekam peta elektabilitas partai politik jika pemilihan umum digelar hari ini.
Survei ini melibatkan 12.200 responden dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen. Hasilnya, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menempati posisi teratas dengan angka elektabilitas mencapai 21,1 persen, disusul Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar.
Data tersebut dipaparkan dalam agenda rilis survei nasional bertajuk Evaluasi 2 Tahun Kinerja Pemerintah, Program Prioritas, dan Isu Aktual yang disiarkan langsung melalui saluran YouTube Voxpol Center pada Kamis, 22 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 WIB.
CEO sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menjelaskan bahwa peta dukungan pemilih menempatkan Partai Gerindra di posisi puncak dalam temuan survei tersebut.
"Ini datanya menunjukkan dari sisi tingkat elektabilitas partai politik, Gerindra unggul 21,1 persen. Mendapatkan elektabilitas tertinggi disusul oleh PDIP 16,1 persen pada peringkat kedua dan Golkar 11,7 persen pada peringkat ketiga," ujar Pangi saat menyampaikan rilis survei secara daring, Kamis (22/10/2026).
Secara rinci, posisi selanjutnya ditempati oleh Partai Kebangkitan Bangsa yang meraih 9,8 persen, Partai Keadilan Sejahtera sebesar 9,7 persen, Partai Demokrat sebesar 9,1 persen, dan Partai NasDem sebesar 5,0 persen. Sejumlah partai politik tercatat mengantongi elektabilitas di bawah ambang batas parlemen, yakni Partai Amanat Nasional sebesar 3,3 persen, Partai Persatuan Pembangunan sebesar 3,3 persen, serta Partai Solidaritas Indonesia sebesar 2,4 persen.
Adapun partai politik lainnya berada di bawah 1 persen, meliputi Partai Bulan Bintang sebesar 0,8 persen, Partai Perindo sebesar 0,8 persen, Partai Hanura sebesar 0,3 persen, Partai Ummat sebesar 0,3 persen, Partai Buruh sebesar 0,2 persen, Partai Gelora sebesar 0,1 persen, Partai Garuda sebesar 0,1 persen, dan Partai Kebangkitan Nusantara sebesar 0,1 persen. Sementara responden yang belum menentukan pilihan atau tidak menjawab tercatat sebesar 5,8 persen.
Pangi memaparkan bahwa posisi Gerindra unggul di sejumlah wilayah strategis seperti Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Sumatera, dan Sulawesi. Meskipun demikian, tingkat kedekatan masyarakat terhadap partai politik secara umum di Indonesia dinilai masih tergolong lemah.
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































