tirto.id - Suroso Isnandar resmi ditunjuk jadi Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) yang baru pada Rabu (14/10/2026). Dengan penunjukan ini, ia resmi menggantikan Darmawan Prasodjo. Berikut rekam jejak sosok Suroso Isnandar sebelum ditunjuk jadi Dirut PLN.
Penunjukan Suroso sebagai Dirut PLN telah dikonfirmasi oleh Komisaris PLN Andi Arief. Dalam keterangannya, Andi menyebut Suroso dipilih melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Rabu.
“Dihadiri seluruh direksi, komisaris, dan BP BUMN, ada Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata,” kata Andi.
Rapat tersebut berlangsung tak lama setelah Suroso datang ke Istana Negara, Jakarta Pusat pada Rabu sore. Suroso dilaporkan turut hadir dalam rapat terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia.
Usai rapat, Suroso memberikan keterangan terkait pemadaman listrik total atau blackout yang terjadi di Batam dan Bintan. Menurutnya, PLN kini tengah menelusuri hal tersebut “secara saksama”.
Malam hari setelah rapat, Suroso kemudian ditunjuk jadi Dirut PLN yang baru untuk menggantikan Darmawan Prasodjo. Penunjukan ini menandai puncak karier Suroso di PLN yang telah ia rintis sejak bertahun-tahun yang lalu.
Profil Suroso Isnandar dan Rekam Jejaknya
Suroso Isnandar merupakan seorang insinyur dan akademisi bidang ketenagalistrikan asal Klaten, Jawa Tengah. Ditilik dari rekam jejaknya, Suroso sempat berkarier di perusahaan penyedia tenaga listrik di Skotlandia, sebelum dikenal sebagai pejabat PLN.
Suroso merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada 1994, ia mendapatkan gelar sarjana teknik elektro dari kampus tersebut.
Gelar itu kemudian membawanya bekerja di sektor ketenagalistrikan sejak awal karier. Ia lalu mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di University of Abertay, Skotlandia, pada 1998.
Suroso kemudian mengejar gelar master di Skotlandia. Setelah lulus, ia sempat bekerja di ScottishPower Generation dari 2002 sampai 2007.
Kemudian pada 2007, Suroso kembali ke Indonesia untuk bergabung dengan PLN. Kala itu ia direkrut sebagai staf ahli dari Direktur Transmisi dan Distribusi PLN Herman Darnel Ibrahim.
Sejak itu, Suroso terus bekerja di PLN. Dari staf ahli untuk jajaran direksi, ia kemudian ditempatkan di berbagai posisi.
Posisi tersebut berganti seiring waktu hingga akhirnya Suroso mendapatkan posisi manajerial di PLN pada 2019 lalu. Kala itu ia jadi general manager untuk Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran PLN Sulawesi.
Kemudian pada 2021, Suroso dipindahtugaskan menjadi general manager pada Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (PLN UIP2B Jamali). Unit tersebut bertugas mengendalikan keseimbangan beban listrik di Jawa-Bali.
Setahun berselang, pada 2022, Suroso ditarik kantor pusat PLN untuk dijadikan sebagai Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi. Jabatan ini berlangsung selama satu tahun hingga Suroso Isnandar kemudian ditunjuk mengisi jajaran direksi pada 2023.
Saat itu, Suroso ditunjuk sebagai Direktur Manajemen Risiko PLN. Dua tahun berselang, ia kemudian ditunjuk jadi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan pada 2025. Dan kini, ia ditunjuk jadi Direktur Utama PT PLN (Persero) pada Oktober 2026.
Sementara itu, seturut dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK milik Suroso, Dirut PLN yang baru ini tercatat memiliki kekayaan senilai Rp18,6 miliar pada 2025. Total harta ini berasal dari berbagai jenis aset.
Suroso melaporkan kepemilikan enam aset tanah dan bangunan dengan total nilai Rp11,8 miliar. Ia kemudian melaporkan kepemilikan tiga aset kendaraan dengan total nilai mencapai Rp685 juta.
Tak hanya itu, Suroso juga melaporkan kepemilikan aset berupa surat berharga senilai Rp155,1 juta; kas dan setara kas senilai Rp5,9 miliar; dan harta lainnya senilai Rp1,6 juta. Dengan utang senilai Rp1,63 miliar, total kekayaan Suroso pada 2025 pun menjadi Rp18,6 miliar.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































