Indeks Relationship

Patriarki dalam Hubungan: Kenali Tanda-Tandanya
Patriarki turut membentuk ekspektasi tentang peran gender, kekuasaan, dan emosi dalam hubungan. Lalu apa saja tanda-tandanya? Simak di artikel ini.

Keseimbangan Energi Maskulin dan Feminin dalam Relasi Percintaan
Relasi romantis perlu keseimbangan, termasuk yang berkaitan dengan energi maskulin dan feminin dalam diri pasangan. Apa kamu dominan di salah satunya?

Kenapa Pasangan Melakukan Silent Treatment & Cara Menghadapinya
Kenapa seseorang melakukan silent treatment pada pasangannya? Apa dampak dan bagaimana cara menangani silent treatment ini? Berikut pembahasannya.

Aplikasi Cari Jodoh, Benarkah Bisa Menemukan Pasangan?
Apakah aplikasi cari jodoh benar-benar bisa menjadi solusi untuk menemukan pasangan yang tepat? Simak penjelasannya di artikel ini.

Terjebak dalam Situationship, Saat Hubungan Tanpa Kepastian
Situationship bisa terasa menyenangkan pada awalnya, tetapi lama-kelamaan membingungkan ketika salah satu pihak mulai mengharapkan kepastian.

Couple Goals: Seperti Apa Hubungan yang Benar-Benar Ideal?
Couple goals kerap merujuk pada gambaran pasangan ideal yang dikagumi orang lain. Lantas, mengapa orang-orang terobsesi mengejarnya? Berikut ulasannya.

Pocketing di Era Media Sosial: Antara Privasi vs Menyembunyikan
Ketika status "privasi" berubah menjadi alasan untuk menutup-nutupi, di situlah privasi tak lagi jadi perlindungan, melainkan tempat bersembunyi.

Ketika Hanya Menjadi Second Choice dalam Relasi Asmara
Apa itu second choice dalam hubungan? Bagaimana ciri-ciri second choice serta apa saja dampak menjadi second choice? Simak penjelasannya di artikel ini.

Left on Read: Sudah Dibaca, Tak Kunjung Dibalas
Situasi left on read tidak selalu berarti kabar buruk. Ada beberapa alasan utama di balik munculnya tanda dibaca tanpa balasan.

Pheromone Maxxing, Obsesi Meningkatkan Daya Tarik saat Berkencan
Tren ini merupakan ilusi bahwa kita bisa jadi magnet romantis tak tertahankan secara biologis dengan memaksimalkan aroma alami tubuh.

Tetap Bersama, Tak Lagi Berusaha: Quiet Quitting dalam Asmara
Gejala awalnya berupa perubahan perilaku pasangan yang mulai berhenti mengusahakan hubungan baik dari segi waktu, energi, emosi, hingga perhatian.

Liking Gap: Mengapa Kita Merasa Kurang Disukai Orang Lain?
Merasa kurang disukai setelah berinteraksi dengan orang lain? Riset menunjukkan, vonis negatif pada diri sendiri tersebut hampir selalu keliru.

Floodlighting: Mengumbar Sisi Rentan di Awal Kencan
Kebiasaan mengumbar kerentanan diri saat kencan pertama seolah-olah jadi hal lumrah. Padahal, perilaku ini dapat memicu tekanan emosional pada lawan bicara.

Gentle Partnering: Dari Empati Pengasuhan Anak ke Relasi Asmara
Gaya relasi asmara ini mengupayakan penerapan empati dan rasa ingin tahu (curiosity) saat menghadapi pasangan yang emosional atau memiliki persoalan.

Invisible String Theory: Yang Perlu Diwaspadai dari Takdir Cinta
Konsep yang tidak punya dasar ilmiah ini berakar pada cerita rakyat kuno, seperti mitologi Asia Timur tentang benang merah takdir (red thread of fate).

Ego-Scrolling: "Ya, Aku Masih Diminati" di Aplikasi Kencan
Ego-scrolling adalah kebiasaan untuk menggeser profil demi profil di aplikasi kencan tanpa ada niat membangun komunikasi atau menjalin hubungan.

Mengapa Kita Punya Kecenderungan Menarik Orang yang Salah?
Bias kognitif "efek paparan semata" (mere exposure effect) membuat otak lebih menyukai kekacauan yang sudah dikenali daripada hubungan sehat yang stabil.

Wellness Gap: Ketimpangan Menjaga Kebugaran dalam Relasi Asmara
Wellness gap merujuk pada perbedaan pasangan terkait kesadaran, kebiasaan, dan prioritas dalam menjaga kebugaran serta gaya hidup sehat.

Ghostlighting, Versi Paling Menyeramkan dari Perilaku Ghosting?
Pelaku ghostlighting biasanya menghilang lalu muncul lagi tanpa rasa bersalah dan menganggap bahwa hubungan seolah-olah tidak pernah terputus.

Punya Kekasih dengan Gangguan Kecemasan, Bagaimana Menyikapinya?
Ketika kita memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seseorang yang memiliki gangguan kecemasan, kita perlu stok empati lebih besar.
Masuk tirto.id








