Menuju konten utama

Profil Tandyo Budi Revita KSAD Baru dengan Kekayaan Rp6,81 M

Tandyo Budi Revita dilantik menjadi KSAD pada 15 Oktober 2026. Simak profil, perjalanan karier militer, dan rincian harta kekayaannya Rp6,81 miliar.

Profil Tandyo Budi Revita KSAD Baru dengan Kekayaan Rp6,81 M
Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf TNI AD di Istana Negara, Kamis (15/10/2026).(YouTube.com/Sekretariat Presiden)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Tandyo menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang pada kesempatan yang sama dilantik menjadi Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.

Pengangkatan Tandyo Budi Revita tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 106 TNI tentang Pemberhentian dan Pengangkatan KSAD, yang ditandatangani Prabowo pada Rabu (14/10/2026).

Profil Tandyo Budi Revita

Tandyo Budi Revita lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969. Tandyo memiliki kakak bernama Mayor Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Budi Wiryanto, yang pernah menjabat Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi dan Wakil Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat.

Pendidikan menengah Tandyo ditempuh di SMA Negeri 2 Surakarta. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan militer di Akademi Militer dan lulus pada 1991. Ia berasal dari kecabangan Infanteri dan memiliki pengalaman di lingkungan pasukan tempur, termasuk satuan yang berkaitan dengan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Setelah lulus dari Akmil, Tandyo menjalani berbagai pendidikan dan pelatihan militer untuk mendukung pengembangan kariernya. Pendidikan tersebut meliputi kursus kecabangan Infanteri, pendidikan para dasar dan madya, pendidikan lanjutan perwira I dan II, pendidikan pemburu, kursus komandan batalion, serta pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Tandyo mengawali perjalanan kariernya sebagai perwira TNI AD dengan bertugas di satuan tempur. Pada 1995, ia tercatat menjabat Komandan Tim Khusus Combat Intelligence Batalyon Infanteri Linud 330/Tri Dharma. Kariernya kemudian berkembang melalui sejumlah penugasan komando dan staf, termasuk memimpin Depo Pendidikan Bela Negara Rindam II/Sriwijaya pada 2006-2007.

Pada 2011, Tandyo dipercaya menjadi Komandan Batalyon Infanteri Linud 330/Tri Dharma. Pada tahun yang sama, ia kemudian menjabat Komandan Brigade Infanteri Linud 17/Kujang I hingga 2012.

Kariernya berlanjut ke sejumlah posisi strategis di lingkungan komando daerah militer. Pada 2014, Tandyo menjabat Asisten Operasi Kepala Staf Kodam VII/Wirabuana. Setahun kemudian, ia dipercaya memimpin Resimen Induk Kodam IX/Udayana dan Resimen Taruna Akademi Militer. Pada 2016, ia menjabat Komandan Korem 142/Taroada Tarogau.

Setelah menjalani sejumlah penugasan di bidang operasi dan latihan, Tandyo juga berkarier di lingkungan Kementerian Pertahanan. Pada 2018, ia menjadi Direktur Bela Negara pada Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan.

Ia kemudian menjabat Direktur Pengerahan Komponen Pertahanan Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan pada 2019-2021, sebelum dipercaya sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan pada 2021-2023.

Pada 2023-2024, Tandyo menjabat Panglima Kodam IV/Diponegoro. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat pada 2024-2025. Pada 2025, Tandyo diangkat sebagai Wakil Panglima TNI. Pengangkatan itu mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi TNI, yang ditetapkan pada 5 Agustus 2025.

Ia dilantik dalam upacara militer di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada 10 Agustus 2025. Dalam proses tersebut, pangkatnya naik dari letnan jenderal menjadi jenderal.

Pengangkatan Tandyo menandai aktifnya kembali jabatan Wakil Panglima TNI setelah hampir 25 tahun tidak terisi. Jabatan tersebut sebelumnya pernah diemban Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi pada periode 1999-2000.

Jabatan itu kemudian menjadi posisi terakhir Tandyo sebelum dilantik sebagai KSAD pada 15 Oktober 2026.

Harta Kekayaan Tandyo Budi Revita

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun 2025 yang disampaikan pada 12 Maret 2026, Tandyo Budi Revita melaporkan kekayaan bersihnya sekitar Rp6,81 miliar.

Tanah dan Bangunan

Dalam laporan tersebut, ia mencantumkan 17 bidang tanah dan properti yang tersebar di sejumlah daerah, antara lain Magelang, Lampung Timur, Bekasi, Mamuju, Luwu, Lombok Tengah, Yogyakarta, Sukoharjo, Deli Serdang, dan Subang.

Di Magelang, Tandyo melaporkan kepemilikan tanah seluas 930 meter persegi senilai Rp16.212.000. Di Lampung Timur terdapat dua bidang tanah yang masing-masing memiliki luas 10.000 meter persegi dengan nilai Rp437.500 per bidang.

Ia juga memiliki sejumlah aset di Bekasi, termasuk tanah seluas 117 meter persegi dengan bangunan seluas 120 meter persegi senilai Rp500 juta, serta tanah seluas 252 meter persegi dengan bangunan 300 meter persegi senilai Rp811.632.000.

Aset properti lainnya di Bekasi meliputi tanah seluas 96 meter persegi dengan bangunan 63 meter persegi senilai Rp446.084.715 dan tanah seluas 91 meter persegi dengan bangunan 38 meter persegi senilai Rp350 juta.

Selain itu, terdapat tanah seluas 396 meter persegi dengan bangunan 300 meter persegi senilai Rp1 miliar. Tandyo juga melaporkan sebidang tanah seluas 486 meter persegi di Bekasi dengan nilai Rp1 miliar.

Di luar Bekasi, Tandyo memiliki tanah seluas 300.000 meter persegi di Mamuju senilai Rp75 juta dan tanah seluas 50.000 meter persegi di Luwu senilai Rp25 juta. Ia juga mencantumkan tanah seluas 3.500 meter persegi di Lombok Tengah dengan nilai Rp58,5 juta.

Di Yogyakarta, terdapat tanah dan bangunan seluas 245 meter persegi dengan luas bangunan 254 meter persegi senilai Rp1.163.397.000. Sementara itu, tanah dan bangunan di Sukoharjo seluas 379 meter persegi dengan bangunan 60 meter persegi dilaporkan senilai Rp352 juta.

Tandyo turut melaporkan tanah seluas 690 meter persegi di Deli Serdang dengan nilai Rp50 juta. Adapun di Subang, ia memiliki dua bidang tanah, masing-masing seluas 39.667 meter persegi senilai Rp600 juta dan 43.496 meter persegi senilai Rp700 juta.

Kendaraan

Selain properti, Tandyo melaporkan alat transportasi dan mesin yang terdiri atas sepeda motor Kawasaki KLX tahun 2016 senilai Rp8 juta, Vespa Bebek tahun 2016 senilai Rp9 juta, serta mobil Jeep Rubicon tahun 2015 senilai Rp450 juta yang tercatat sebagai hasil hibah dengan akta.

Harta Bergerak Lainnya

Tandyo juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp104.400.000. Pada kategori surat berharga, ia melaporkan nilai sebesar Rp682.500.000. Sedangkan untuk kategori kas dan setara kas, Tandyo melaporkan kepemilikan sebesar Rp1.009.283.114.

Tandyo melaporkan utang sebesar Rp2,6 miliar. Setelah kewajiban tersebut dikurangkan dari total aset sebesar Rp9,41 miliar, kekayaan bersihnya tercatat Rp6.811.883.829.

Baca juga artikel terkait RESHUFFLE KABINET atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra