tirto.id - Pameran kuliner Nusantara, Pangan Nusa Expo 2026, memfasilitasi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara para pelaku UMKM sektor pangan dengan berbagai perusahaan mancanegara.
Perusahaan luar negeri tadi berasal dari Mesir, Belanda, Arab Saudi, dan India. Sementara jenis produk yang diekspor bermacam-macam seperti brownies, minuman ringan, hingga jamu.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, menjelaskan bentuk kerja sama ekspor tidak hanya terfokus pada barang jadi. MoU turut merambah ekspor jasa melalui pembukaan cabang restoran Indonesia di luar negeri.
Strategi itu diimplementasikan guna menjawab tantangan klasik yang kerap dihadapi rumah makan diaspora Indonesia di mancanegara yang dikelola secara kekeluargaan.
"Kebanyakan restoran kita di luar negeri itu banyak tapi tidak tahan lama, karena manajemennya dikelola oleh keluarga. Ketika yang memiliki sudah sepuh, anaknya tidak mau meneruskan, akhirnya restorannya tutup. Sekarang kita buat pola baru bagaimana restoran ini tetap eksis di luar negeri, yaitu dengan cara membuka cabang dan juga dengan cara franchise atau waralaba," kata Budi saat pembukaan Pangan Nusa Expo 2026 di ICE BSD CITY, Rabu (14/10/2026).
Lebih lanjut, Budi menekankan pembukaan restoran di luar negeri akan menciptakan efek domino bagi peningkatan ekspor bahan baku dari tanah air.
"Kita tidak hanya ekspor barang, tetapi juga ekspor jasa. Ketika ekspor jasa, sebenarnya diikuti juga oleh barang, karena yang dimasak itu sebenarnya bahan bakunya banyak yang diimpor dari Indonesia walaupun diolahnya di negara sana," tambahnya.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menambahkan bahwa tingginya antusiasme mitra internasional terhadap produk kuliner Indonesia membuat jumlah MoU yang diteken meningkat pesat.
"Capaian dari MoU ini jauh meningkat jika dibandingkan MoU tahun sebelumnya. Kami telah menghitung peningkatannya lumayan signifikan, meningkat 30 kali lipat," ujar Iqbal.
Peresmian MoU antara pelaku UMKM pangan lokal dengan investor mancanegara ini tidak lepas dari penjajakan yang dilakukan oleh 46 perwakilan dagang Indonesia di 33 negara, termasuk Duta Besar, Atase Perdagangan, serta Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Addi M Idhom
Masuk tirto.id

































