tirto.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis telah melakukan sejumlah penanganan terhadap dampak banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatra Barat pada 10 Oktober 2026 lalu.
Penanganan dilakukan melalui pembersihan fasilitas umum dan kawasan permukiman terdampak dengan skema padat karya yang melibatkan masyarakat setempat untuk mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus memberikan insentif bagi warga terdampak.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pelibatan masyarakat melalui skema padat karya menjadi bagian dari upaya Kementerian PU dalam membantu warga memulihkan kondisi lingkungan pascabencana, terutama di kawasan permukiman yang terdampak lumpur.
“Padat karya kita manfaatkan di Ditjen Prasarana Strategis, utamanya untuk membersihkan lingkungan perumahan masyarakat. Kami melibatkan masyarakat yang terdampak bencana untuk ikut membersihkan lumpur. Tidak hanya perumahan, tapi juga di masjid dan fasilitas umum lain-lainnya kalau ada,” kata Menteri Dody dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026) dilansir dari Antara.
Pendekatan Padat Karya sebelumnya juga telah diterapkan dalam penanganan bencana di Aceh dan Sumatra Utara. Melalui skema ini, Kementerian PU juga turut membantu pemulihan ekonomi masyarakat melalui insentif atas keterlibatannya dalam program padat karya.
“Jadi sama seperti yang pernah kita kerjakan di Aceh dan Sumatra Utara. Masyarakat yang terdampak, kita libatkan dari awal, paling tidak untuk membersihkan perumahannya sendiri, tapi kami kasih insentif,” ujar Dody.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatra Barat, Rifi Firdaus Lustika, menjelaskan sejak banjir bandang pada 10 Oktober 2026 lalu, tim teknis telah melakukan survei terhadap 33 titik fasilitas peribadatan dan kesehatan yang tersebar di 3 kecamatan yang terdampak di Kota Padang, yakni Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.
"Dari total 33 titik itu, yang terdampak hanya 7 lokasi yang terdiri dari 2 masjid dan 5 mushola. Dan saat ini untuk pembersihan 2 masjid dan 5 mushola yang tersebar tersebut sudah selesai 100% dan sudah digunakan kembali oleh masyarakat. Saat ini kami juga sedang melakukan penanganan di 2 kawasan permukiman untuk pembersihan. Dan untuk proses pembersihannya sendiri, kami menggunakan mekanisme padat karya,” jelas Rifi.
Dalam pelaksanaan pembersihan di kawasan Lumin Park, dan di kawasan Kampung Tanjung, masyarakat terdampak dilibatkan untuk membersihkan rumah-rumah, sedangkan pembersihan jalan dan material berat tetap dilakukan menggunakan alat berat.
Selain di Kota Padang, Penanganan juga dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.
Dari 10 lokasi yang menjadi lingkup penanganan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, 9 lokasi terdampak material lumpur, terutama di bagian pekarangan. Pada beberapa lokasi, lumpur juga masuk ke dalam bangunan. Saat ini seluruh pekerjaan pembersihan di lokasi-lokasi tersebut juga telah selesai.
Masuk tirto.id


































