Tempat & Tanggal Lahir
Jombang, Jawa Timur, Indonesia, 29 Oktober 1974
Karir
- Jurnalis he Sydney Morning Herald dan The Age (Melbourne) (1997 - 1999)
- Staf Khusus Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia (1999 - 2005)
- Direktur Wahid Institute (2004 - 2016)
Pendidikan
- SMA (1989 - 1992)
- Psikologi Universitas Indonesia (1992 - 1992)
- Desain Universitas Trisakti (1993)
Detail Tokoh
Yenny Wahid alias Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid adalah putri dari mantan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Sinta Nuriyah. Ketika ayahnya menjabat, Yenny adalah Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik. Tak hanya di masa yahnya, di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Yenny juga sempat masuk ke jajaran kepresidenan sebagai staf khusus bidang Komunikasi Politik lagi.
Sebelum jadi Staf Presiden, Yenny adalah seorang wartawan. Yenny sering ikut perjalanan dinas ayahnya. Setelah ayahnya tidak menjabat Yenny dikenal sebagai aktivis. Dia mengelola Wahid Institute.
Pola pikir Yenny tidak jauh dengan ayahnya, yang lebih dianggap Islam yang moderat, menghargai pluralisme dan pembawa damai. Seperti halnya, Yenny terlahir dalam lingkungan keluarga Nahdatul Ulama (NU).
Selama menjadi wartawan, Yenny bertugas sebagai reporter di Timor-Timur dan Aceh. Ia menjadi koresponden koran terbitan Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age (Melbourne) antara tahun 1997 dan 1999. Meski banyak reporter memilih keluar dari Timor Timur, Yenny memilih tetap bertahan dan meliput berita. Ia sempat kembali ke Jakarta setelah mendapat perlakuan kasar dari milisi. Seminggu kemudian ia kembali ke sana. Liputannya mengenai Timor Timur pasca referendum mendapatkan anugrah Walkley Award.
Selepas mendapat gelar sarjana desain dan komunikasi visual dari Universitas Trisakti, Yenny memutuskan untuk menjadi wartawan. Yenny sempat kuliah Psikologi di Universitas Indonesia. Atas saran ayahnya, Yenny sebelum memutuskan keluar. Dia lalu menekuni studi Jurusan Visual di Universitas Trisakti. Setelah Gus Dur tidak jadi Presiden lagi, Yenny melanjutkan studi administrasi publik di Universitas Harvard, Boston.
Alumni SMA Negeri 28 Jakarta tahun 1992 ini, pada 15 Oktober 2009 menikah dengan Dhorir Farisi. Pasangan ini dikaruniai dua anak.
Pada September 2018, Yenny mengumumkan bahwa Gusdurian mendukung Koalisi Jokowi - Ma'ruf 01 di Pemilihan Presiden 2019 mendatang, pada 7 Oktober 2018 Yenny bertemu dengan bertemu dengan Thohir selaku Ketua Tim Sukses Koalisi Jokowi - Ma'ruf untuk membahas posisi-nya di dalam koalisi Tim Sukses.