Yorrys Raweyai

LahirSerui, Serui Kota, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Indonesia, 28 Januari 1951
Profesi
Karier
  • Karyawan Philips Petroleum,Sorong, Papua (1971-1976)
  • Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (1997-2014)
Pendidikan
  • SMA YPK Biak (1966-1969)

Yorrys Raweyai mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat beberapa periode, sejak 1997 hingga 2014. Dia dikenal sebagai tokoh Pemuda Pancasila, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan juga Golkar asal Papua yang punya banyak pengikut. Nama Yorrys mencuat ketika terjadi dualisme di Partai Golkar antara kubu Agung Laksono dengan Aburizal Bakrie.
Masalah muncul ketika muncul dua Musyawarah pada akhir 2014 lalu. Pada 30 November sampai 2 Desember 2014 berlangsung Munas di Bali dengan kubu kepengurusan Abu Rizal Bakrie. Sementara pada 6-8 Desember 2014 ada Munas di Ancol dengan kubu kepengurusan Agung Laksono. Lalu terjadi juga bentrok fisik juga berlangsung antara Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) kubu Yorris dan kubu Ical pada 25 November 2015. AMPG kubu Yorrys hendak menguasai gedung kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat.
Anak buah Yorrys menyerang Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar vesi Munas Bali, Ali Mocthar Ngabalin, menyusul adu mulut keduanya di salah satu acara televisi. Dalam debat itu, Ngabalin menuding Munas yang digelar Yorrys dan kawan-kawan adalah abal-abal dan oplosan. Karena itulah anak buah Yorrys tidak terima bosnya dipermalukan.
Senin 14 Desember 2015 menjadi hari terakhir bagi Yorrys Raweyai di Partai Golkar. Rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat Golkar memutuskan untuk menerima pengunduran Yorrys sebagai Wakil Ketua DPP Partai Golkar. Sebelumnya, tersiar kabar Yorrys berselisih paham dengan Agung Laksono, Ketua umum DPP Golkar versi Munas Ancol. Belakangan juga terjadi “islah” antara kubu Agung Laksono dan Abu Rizal Bakrie terkait dengan kalahnya kubu Agung di Mahkamah Agung dan persiapan Golkar menghadapi Pilkada serentak 2015.
Hulu konflik di internal Golkar juga karena kekalahan Prabowo Subianto yang diusung Koalisi Merah Putih di mana Golkar sebagai motor penggerak. Terjadu juga pemecatan 3 kader Golkar, dan penurunan suara Golkar dalam Pilpres 2014. Persoalan ini, menurut Yorrys, berawal dari kebijakan Ketua Umum Golkar Abu Rizal Bakrie yang dinilai otoriter.
Yorrys sendiri dari Dapil Papua gagal menjadi DPR di Senayan dalam Pemilu 2014 itu. Suara Golkar di Papua juga jeblok dengan 257,767 suara dan hanya mendapat jatah 1 kursi di DPR RI. Padahal pada pemilu 2009, Partai Golkar Papua berhasil menempatkan 3 wakilnya di Senayan, termasuk Yorrys.
Yorrys yang berasal dari Papua adalah hasil rekrutmen Golkar dari Pemuda Pancasila (PP). Dia dibawa oleh Japto Soelistjo Soerjosoemarno, Ketua Pemuda Pancasila (PP) pada 1980an ke panggung politik. Yorrys hijrah dari Papua ke Jakarta. Karir Yorrys di PP termasuk cepat. Yorrys dipercaya Japto untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Jakarta pada 1986. Japto juga mempercayakan jabatan Ketua Pelaksana Harian DPP PP kepada Yarris. Bahkan pada 1996, ia pun ditunjuk menjadi Ketua Umum DPP PP.

Sebelum sama-sama di PP, bagi Japto, Yorris bukan orang asing. Di era 1980an Yorris dikenal dekat dengan kalangan preman dan bisnis-bisnis gelap di Jakarta. Anton Medan, mantan preman yang kini menjadi ustad mengakui bila Yorrys adalah seorang preman. Anton Medan juga mengakui bahwa ia pernah bentrok fisik dengan Yorrys dan kelompoknya terkait dengan masalah bisnis gelap. Anton yang mantan penjahat sampai mengeluarkan pistol FN 46 ke arah Yorris. Belakangan mereka berdamai.
Sebelum berkecimpung di dunia preman, Yorrys pegawai di Philip Petroleum 66. Disana Yorrys adalah buruh pengeboran minyak lepas pantai. Pekerjaan itu ia jalani setelah ia menghabiskan waktu remajanya di Serui pada era 1970an.Yorrys terbiasa dalam bahaya. Dia sering berburu buaya bersama ayahnya, Jakub Tung yang keturunan Tionghoa. Ayahnya adalah pejuang integrasi Papua. Ayahnya ikut dalam gerakan bawah tanah untuk melawan Belanda di Papua di pedalaman Serui. Ketika Sam Ratulangi dibuang ke Serui oleh Belanda, ayah Yorrys sering berhubungan dengan Sam Ratulangi. Sam begitu mempengaruhi ayah Yorrys.
Nama di belakang diambil dari nama marga Raweyai sesuai garis keturunan ibunya. Di Serui pula ia menghabiskan sekolahnya dari SD sampai SMA. Konon ada yang menyebut jika Yorrys juga ada hubungan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).