Wiranto

Wiranto

timeter overall

+50
Lahir
Yogyakarta, 04/04/1947
Profesi
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (2016-2019)
Karier
  • Kepala Staf Angkatan Darat (1997-1998)
  • Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (1998-1999)
  • Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) (2006-2016)
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (2016-2019)
Pendidikan
  • Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabari) Magelang (1965-1968)
  • Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) (1984-1984)

Wiranto dikenal sebagai Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sebagai Jenderal Angkatan Darat, Wiranto pernah jadi Kepala Staf AngkatanDarat (KSAD) dan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada Maret 1998. Ketika Reformasi terjadi dan Soeharto dituntut mundur, Wiranto dianggap orang terkuat di Indonesia. Posisinya yang sangat strategis menempatkannya sebagai salah satu pemain kunci bersama Wakil Presiden B.J. Habibie. Ia tetap dipertahankan sebagai Pangab di era Presiden BJ Habibie.


Di masa pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Wiranto dipercaya menjadi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan. Meski kemudian mengundurkan diri. Setelah memenangi konvensi Partai Golongan Karya (Golkar)2004, dia maju sebagai kandidat presiden dalam pemilihan langsung Presiden. Wiranto berpasangan dengan kandidat wakil presiden Salahuddin Wahid. Namun kalahpada babak pertama karena menempati urutan ketiga dalam Pilpres 2004.


Pada 21 Desember 2006, ia mendeklarasikan Partai Hanura, di mana dia sendiri sebagai ketua umum partai. Pada Pemilu 2009, Wiranto bersama Jusuf Kalla maju dalam pemilihan presiden. Namun keduanya gagal dan Susilo Bambang Yudhoyono kembali jadi Presiden. Tahun 2014, Wiranto sempat mencalonkan diri lagi sebagai calon presiden, dengan pasangannya Hary Tanoesoedibjo, yang dikenal sebagai konglomerat media. Rencana itu gagal lagi.


Wiranto memulai karir militernya sejak 1968 sebagai Letnan Dua Infanteri. Dia pernah berdinas di luar Jawa. Dia pernah juga menjadi ajudan Presiden Soeharto selama empat tahun.


Karir militer Wiranto tergolong bagus sejak menjadi ajudan Presiden. Setelah jadi ajudan presiden dia masuk ke KODAM Jaya sebagai Kepala Staf lalu Panglima. Dari KODAM, Wiranto pun jadi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Lalu menjadi KSAD dan akhirnya Panglima ABRI. Di masa kepresidenan Abdurahman Wahid (Gus Dur), Wiranto adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia dari tahun 1999 hingga 2000.


Pada perombakan atau reshuffle Jilid II kabinet Jokowi-JK yang dihelat Rabu (27/7/2016), Wiranto dipercaya menduduki jabatan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan.