Willgo Zainar

Ketua DPP Partai gerindra NTB (2012-2015)
Lahir: Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, 25 Oktober 1968
Karir
  • Anggota DPR-RI (2014-2019)
  • Ketua DPP Partai gerindra NTB (2012-2015)
Pendidikan
  • Sosial, SMA Negeri I Mataram (1988-1990)
  • Universitas Negeri Mataram
  • Marketing & International Business, Armstrong University

Wacana penjualan Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencuat, setelah Menteri Negara BUMN Rini Soemarno menyatakan Kementerian akan melakukan efisiensi, awal pekan ini. Luasnya gedung dianggap sangat tidak efisien mengingat jumlah karyawan BUMN hanya 250 orang. Menurut H. Willgo Zainar, MBA., Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, mengenai wacana penjualan Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan bahwa seharusnya Menteri BUMN lebih kreatif memanfaatkan aset produktif gedung tersebut untuk menambah pendapatan negara. Gedung Kementerian BUMN yang sangat representatif tersebut jangan dipandang sebagai aset yang konsumtif, sehingga hanya dilihat dari segi biaya perawatannya saja.

” Menurut saya, cukup aneh juga, ketika para pengusaha berlomba- lomba membangun gedung- gedung pencakar langit, bahkan dengan dana pinjaman Bank baik dari dalam negeri maupun luar negeri, tetapi Kementerian BUMN yang sudah punya gedung kok justru malah bingung. Padahal gedung tersebut siap pakai, sangat representatif dan bisa dikomersialkan untuk menambah pendapatan negara,” ungkap Willgo Zainar kepada seputarnusantara.com melalui pesan singkatnya, pada Kamis 18 Desember 2014. Willgo Zainar lebih lanjut memaparkan, bisa juga gedung Kementerian BUMN disewakan saja tiap lantainya, yang bisa disewa oleh masyarakat, kalangan usaha atau untuk perkantoran. Bisa juga disewakan untuk restauran atau cafe dan semacamnya, sebagaimana umumnya gedung- gedung swasta lainnya. ” Untuk masalah ini, pemerintah seharusnya berpikir untuk selalu menambah aset negara, bukan malah menjual aset negara. Bila perlu, sesuai dengan komitmen Presiden Jokowi pada saat Debat Capres yang lalu untuk Buyback (membeli kembali, red.)

Indosat yang sudah dijual pada era Presiden Megawati Soekarnoputri. Jadi, atas nama Wakil Rakyat, kami meminta kepada pemerintah untuk menghentikan pikiran dan rencana menjual aset negara,” terang Willgo Zainar. Selanjutnya, dirinya menjelaskan, bahwa tugas-tugas Kementerian BUMN yang lebih strategis dan penting adalah bagaimana mensinergikan unit- unit BUMN yang telah ada, sehingga BUMN yang sudah mempunyai keuntungan bisa membantu BUMN yang belum untung/ rugi, sesuai dengan core bisnis terkait. ” Misalkan, PT. Merpati yang saat ini rugi bahkan dianggap “bangkrut” harus ditolong dengan cara restrukturisasi hutang, restrukturisasi modal dan restrukturisasi manajemen. Jangan biarkan PT. Merpati mati begitu saja.

Kalau Merpati bisa terbang normal lagi, maka ini baru disebut sebagai Prestasi Pemerintah,” tegas Politisi Partai Gerindra ini. Menurut Willgo Zainar, bahwa publik dan sejarah telah mencatat pengalaman- pengalaman masa lalu kita yang kelam disaat aset- aset negara dijual, padahal aset- aset negara tersebut sangat produktif. Pada saat itu banyak aset negara dijual berupa gedung, kapal tanker, Indosat, pabrik semen, perkebunan, dll. ” Ditambah lagi penjualan aset- aset swasta lainnya ke asing, seperti Property dan Bank, itu adalah mimpi buruk yang tidak boleh terjadi lagi di Indonesia, karena cara seperti itu adalah cara instant untuk mendapatkan uang. Kalau hal- hal seperti itu terjadi lagi, maka akan merugikan dan memiskinkan bangsa dan negara pada jangka panjangnya. Kalau ada tikus dirumah, jangan bakar rumahnya, tetapi tangkap saja tikusnya,” pungkas Willgo Zainar.

DarkLight