Vladimir Ilyich Lenin

Perdana Menteri Uni Soviet Ketua Dewan Komisar Rakyat Uni Soviet (1922 - 1924)
LahirSimbirsk, Kekaisaran Rusia, 22 April 1870
Profesi Perdana Menteri Uni Soviet Ketua Dewan Komisar Rakyat Uni Soviet (1922 - 1924)
Karier
  • Anggota Politbiro (1919-1924)
  • Ketua Dewan Komisar Rakyat Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia (1917-1924)
  • Perdana Menteri Uni Soviet Ketua Dewan Komisar Rakyat Uni Soviet (1922-1924)

Vladimir Ilyich Lenin adalah seorang revolusioner komunis, politikus, dan penggagas teori politik yang berasal dari Rusia. Nama Lenin sebenarnya adalah nama samaran yang diambil dari nama sebuah Sungai Lena di Siberia.

Lenin menjabat sebagai pemimpin RSFS Rusia sejak tahun 1917, lalu menjabat sebagai Perdana Menteri Uni Soviet sejak tahun 1922 hingga kematiannya. Lenin berhaluan politik Marxis dan telah ikut menyumbangkan gagasan politiknya dalam pemikiran Marxis yang disebut sebagai Leninisme. Gagasannya itu bila digabung dengan teori ekonomi Marx dikenal dengan sebutan Marxisme–Leninisme.

Sepanjang hidupnya Lenin adalah seorang pekerja keras dan tekun. Dia gemar menulis dan jumlah buku yang ditulisnya tak kurang dari 55 jilid. Dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk tujuan-tujuan revolusi.

Ayahnya adalah seorang pegawai negeri yang patuh, tetapi kakaknya Alexander adalah seorang radikal yang dijatuhi hukuman mati karena turut ambil bagian dalam komplotan pembunuh Tsar. Pada umur 23 Lenin sudah menjadi seorang Marxis yang berkobar-kobar. Bulan Desember 1895 dia ditahan oleh pemerintah Tsar karena kegiatan revolusionernya dan dijebloskan ke dalam penjara selama empat belas bulan. Sesudah itu dia dibuang ke Siberia.

Sebagai pemimpin faksi Bolshevik dari Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia, ia memegang peran utama dalam melancarkan Revolusi Oktober 1917 yang berhasil menggulingkan Pemerintahan Sementara Rusia dan mendirikan Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia, negara sosialis pertama di dunia secara konstitusional. Segera setelah itu, Lenin menerapkan reformasi sosialis yang meliputi pengalihan hak milik atas tanah dan bangunan kepada soviet (dewan pekerja). Adanya ancaman serangan dari Jerman membuat Lenin terpaksa menandatangani perjanjian damai yang menandai keluarnya Rusia dari Perang Dunia I.

Pada tahun 1921, ia menggagas Kebijakan Ekonomi Baru, suatu sistem kapitalisme negara yang memulai proses industrialisasi dan pemulihan keadaan pasca-Perang Sipil Rusia. Setahun kemudian, RSFS Rusia bergabung dengan wilayah lain yang dulu juga termasuk wilayah kekuasaan Kekaisaran Rusia untuk membentuk Uni Soviet dengan Lenin sebagai pemimpinnya.

Pasca-kematiannya, Marxisme–Leninisme berkembang menjadi beberapa cabang pemikiran baru seperti Stalinisme, Trotskyisme, dan Maoisme. Lenin hingga saat ini masih menjadi tokoh dunia yang kontroversial.

Para pencelanya memberi label diktator kepadanya karena ia dianggap telah melanggar banyak hak asasi manusia selama berkuasa, sedangkan para pendukungnya melawan pendapat itu dengan beranggapan bahwa kekuasaan Lenin saat itu terbatas dan memberinya gelar sebagai pembela kaum buruh. Lenin memiliki peranan besar dalam gerakan komunis internasional dan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia pada abad ke-20.