Tri Rismaharini

Walikota Pemerintahan Kota Surabaya
Lahir: Kediri, 20 November 1961
Karir
  • Walikota Kota Surabaya (2010-2016)
  • Kepala Dinas Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP) Surabaya (2005-2008)
  • Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya (2008-2010)
  • Walikota Pemerintahan Kota Surabaya
Pendidikan
  • Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya (1982-1987)

Tri Rismaharini alias Risma adalah wali kota Surabaya sejak 28 September 2010, Risma wanita pertama yang terpilih sebagai wali kota Surabaya sepanjang sejarah kota Surabaya. Risma juga tercatat sebagai wanita pertama yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui pemilihan kepala daerah. Sebagai Walikota Surabaya, Risma ikut merubah wajah kota Surabaya.


Selama kepemimpinannya sebagai wali kota, Kota Surabaya meraih penghargaan Adipura, pada tahun 2011, 2012, 2013, dan 2014 untuk kategori kota metropolitan. Surabaya juga menjadi kota yang terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik pada tahun 2012 versi Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan. Risma sendiri dinobatkan sebagai wali kota terbaik ketiga di dunia versi World City Mayors Foundation atas keberhasilannya dalam mengubah wajah Kota Surabaya dari yang kumuh menjadi kota yang lebih hijau dan tertata rapi.


Nama Risma mencuat ketika pembongkaran Lokalisasi Gang Dolly, yang melegenda selama puluhan tahun dan terbesar se-Asia Tenggara. Risma pun dapat pujian dari sebagian kalangan karena keberaniannya menutup kawasan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu. Respon cepat Risma dalam menangani korban insiden AirAsia QZ8501 juga dipuji publik.
Sebelum menjadi wali kota, Risma adalah Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya dan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) hingga tahun 2010. Risma meniti karier sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS) Kota Surabaya sejak muda.

Kerja Risma sebagai walikota diantaranya pemugaran Taman Bungkul di Jalan Raya Darmo. Taman itu dikonsep all-in-one entertainment park. Taman lain yang dipugar adalah di Bundaran Dolog, taman buah Undaan, serta taman di Baweaan, juga beberapa tempat lain yang dulunya mati sekarang jadi menarik bagi warga Surabaya. Selain itu Risma juga membangun jalur pedestrian dengan konsep modern di sepanjang jalan Basuki Rahmat yang kemudian dilanjutkan hingga jalan Tunjungan, Blauran, dan Panglima Sudirman.

Pada 31 Januari 2011, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Surabaya, Whisnu Wardhana berusaha menurunkan Risma dengan hak angketnya. Risma dituduh DPRD telah melanggar undang-undang, terkait sewa tarif iklan. Alasan Risma menaikan pajak di kawasan khusus agar pengusaha tidak seenaknya memasang iklan di jalan umum hingga kota jadi belantara iklan. Dengan pajak yang tinggi itu, harapannya, pengusaha iklan beralih memasang iklan di media massa. Akhirnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menegaskan bahwa Risma tetap menjabat sebagai Wali Kota Surabaya dan menilai alasan pemakzulan Risma oleh DPDR dianggap mengada-ada.

Sebagai pejabat publik, Risma dikenal bersih dan tanpa kompromi. Konon, banyak anggota DPRD Kota Surabaya tidak senang dengan sepak terjang politik Risma. Risma juga menolak keras proyek pembangunan tol tengah Kota Surabaya karena tidak akan bermanfaat untuk mengurai kemacetan dan memilih meneruskan proyek frontage road dan MERR-IIC (Middle East Ring Road) yang akan menghubungkan area industri Rungkut hingga ke Jembatan Suramadu via area timur Surabaya.

Isu bahwa Wali Kota Surabaya ingin mengundurkan diri mulai berkembang ke publik setelah wawancara Risma di sebuah stasiun televisi swasta nasional pada pertengahan Februari 2014. Banyak hal yang menjadi latar belakang rencana pengunduran diri Risma mulai dari pemilihan dan pelantikan wakil wali kota yang menurutnya tidak sesuai prosedur, persoalan Kebun Binatang Surabaya, hingga persoalan pembangunan tol tengah kota Surabaya. Sebagian besar masyarakat Surabaya menolak rencana pengunduran diri Risma.

Sentimen Terkini
History Sentimen
Positive
Neutral
Negative
November 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 749 sentiment publik
79%
3%
18%
Oktober 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 1.183 sentiment publik
78%
2%
20%
DarkLight