Teten Masduki

Kepala Staff Staff Kepresidenan (2015 - 2018)
LahirGarut, Jawa Barat, Indonesia, 6 Mei 1963
ProfesiKepala Staff Staff Kepresidenan (2015 - 2018)
Karier
  • Kepala Staff Staff Kepresidenan (2015-2018)
Pendidikan
  • Jurusan Matematika dan Ilmu Kimia, IKIP Bandung (1987)
  • Kursus selama tiga bulan tentang kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisa(1989)

Teten Masduki dikenal sebagai seorang aktivis Indonesia yang gencar sekali melawan tindakan korupsi di Indonesia. Pria berumur 53 tahun ini adalah lulusan Jurusan Matematika dan Ilmu Kimia, IKIP Bandung pada tahun 1987, dan pernah menjalani kursus mengenai Kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisia pada 1989. Teten pernah membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan B.J Habibie melalui Indonesia Corruption Watch (ICW) yang ia pimpin saat itu. Hal ini adalah pertama kalinya dalam sejarah, seorang pejabat tinggi negara bisa turun dari jabatannya, saat itu pula nama Teten mencuat karena ketegasannya dalam menguak kasus korupsi dan ia berhasil mendapatkan penghargaan Suardi Tasrif Award pada tahun 1999. Dalam mengungkap berbagai kasus korupsi, Teten kerap kali mendapatkan tekanan dari berbagai pihak, bahkan ia pernah diancam akan diburu hingga ke liang kubur sekalipun. Ketika berhadapan dengan Andi M. Ghalib, dia mendapat tuduhan mencemarkan nama baik.


Terlahir dari keluarga petani, masa kecil pria kelahiran Garut 6 Mei 1963 ini dihabiskan di Kecamatan Limbangan, Garut Jawa Barat. Kepeduliannya terhadap masalah-masalah sosial sudah tumbuh saat ia masih duduk di bangku SMA. Saat kuliah ia sering mengikuti kelompok diskusi dan mempelajari teori-teori dari yang kiri sampai yang kanan. Teten pun pernah ikut aksi demonstrasi membela petani di Garut yang tanahnya dirampas.


Pada tahun 2012 ia mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur dan berpasangan dengan Rieke Diah Pitaloka dalam pilgub Jawa Barat 2013 yang diusung oleh PDIP dengan nomor urut 5. Setahun berikutnya yakni pada 3 Maret 2013 diumumkan hasil Pilkada Gubernur – Wagub Jawa Barat dan pasangan nomor urut 5 Rieke-Teten berada pada posisi ke 2 dari 5 pasangan dengan perolehan suara 5.714.997 suara atau 28,41 persen dari suara sah. Pada tanggal 2 September 2015, ia terpilih dan menjabat sebagai Kepala Staff Kepresidenan menggantikan posisi Luhut Panjaitan yang telah lebih dulu ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

Pada 17 Januari 2018, jabatan Teten sebagai Staff Kepresidenan diganti oleh Moeldoko.