Taufik Kurniawan

Wakil Ketua Wakil Ketua DPR dari PAN (2014-2019)
Lahir: Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 20 November 1967
Karir
  • Manager Factory Manager PT Salim Group Indonesia
  • Direktur Utama Direktur Utama PT Jati Prima, Semarang (1994-1997)
  • General Manager General Manager PT Blue Ville Company, Semarang (1997-2000)
  • Komisaris Utama Komisaris Utama PT Jati Prima, Semarang (1997-2000)
  • Direktur Direktur Produksi PT Mahogany Eng, Semarang (2000-2003)
  • Anggota Anggota DPR dari PAN (2016-2009)
  • Anggota Anggota DPR dari PAN (2009-2014)
  • Wakil Ketua Wakil Ketua DPR dari PAN (2014-2019)
Pendidikan
  • SD Gergaji, Semarang (1980)
  • SMP Negeri III, Semarang (1983)
  • SMA Negeri I, Semarang (1986)
  • Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang (1992)
  • Program Magister Manajemen Universitas Diponegoro, Semarang (1995)
  • Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang

Tokoh politisi ini adalah seorang pria berusia 48 tahun yang berasal dari Semarang Jawa Tengah. Saat ini ia terpilih kembali menjadi wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat periode 2014-2019 untuk yang ketiga kalinya. Taufik didukung oleh fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih, yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PPP, ditambah Fraksi Partai Demokrat. Adapun empat parpol lainnya memilih walk out, yakni PDI Perjuangan, PKB, Partai Hanura, dan Partai Nasdem.


Kedudukan Taufik Kurniawan sebagai Wakil Ketua DPR pada bidang Korkesra adalah untuk menggantikan posisi Marwoto Mintohardjono yang telah meninggal dunia pada Januari 2010 lalu. Selain menjadi Wakil Ketua DPR, Taufik kini juga menjadi anggota DPR RI Komisi V yang membawahi bidang legislasi, anggaran dan pengawasan pada bidang-bidang perhubungan, telekomunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal yang sebelumnya juga sempat menjadi ketua komisi V.


Taufik dikenal sangat gemar dan aktif berorganisasi, Ia mulai mengawali karirnya di dunia politik dengan menjabat sebagai anggota pada Partai Amanat Nasional Gajah Mungkur, Semarang sebagai sekretaris DPW PAN Jawa Tengah.

Pada Selasa, 30 Oktober 2018 KPK menetapkan Taufik sebagai tersangka kasus suap terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2016, senilai Rp100 miliar. Taufik diduga membantu Bupati nonaktif Kebumen Yahya Fuad, dalam pengurusan DAK Kabupaten Kebumen itu. Dia diduga menerima sekitar Rp3,65 miliar. Pada Senin, 15 Juli 2019, Taufik divonis enam tahun penjara dan denda Rp200 juta atau subsider penjara selama empat bulan.

Sentimen Terkini
History Sentimen
Positive
Neutral
Negative
Desember 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 256 sentiment publik
75%
3%
22%
November 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 561 sentiment publik
62%
5%
33%
DarkLight