Sudrajat

LahirSumedang, Jawa Barat, Indonesia, 4 Februari 1949
Profesi
Karier
  • (Purnawirawan) TNI
Pendidikan
  • Akademi Militer (1971)

Mayjen Sudrajat adalah seorang purnawirawan TNI. Pria kelahiran Sumedang, 4 Februari 1949 ini lulus dari Akademi Militer pada 1971, ia seangkatan dengan Kiki Syahnarki dan Zacky Anwar Makarim. Sudrajat tak banyak dikenal, tapi semasa masih aktif ia punya banyak kontroversi. Ia pernah menjabat Kapuspen TNI pada 1999 kemudian dicopot Presiden Abdurrahman Wahid dan digantikan Marsekal Muda Graito Usodo.

Semasa menjabat Kapuspen, Sudrajat dikenal sebagai salah satu perwira yang menentang ide Pangdam Wirabuana Mayjen Agus Wirahadikusumah tentang pengurangan jumlah Komando Daerah Militer (Kodam) di Indonesia. Sudrajat menyebut usulan Agus dan otokritik lain merupakan bentuk pelanggaran kode etik. Ia juga diduga berseberangan dengan Panglima TNI kala itu Laksamana TNI Widodo AS yang merupakan Panglima TNI pertama yang bukan berasal dari Angkatan Darat.

Selain berkonflik dengan atasannya di TNI, Sudrajat juga diketahui berselisih pendapat dengan Presiden Gus Dur pasca-pencopotan dirinya sebagai Kapuspen TNI. Perkara ini ditenggarai soal pendapat Gus Dur yang menyitir UUD 1945 yang menyebut Presiden adalah penguasa tertinggi AD, AL, AU dan Kepolisian. Pernyataan Gus Dur ditepis Sudrajat, ia mengatakan pasal di UUD itu tidak serta merta diartikan Presiden adalah panglima tertinggi angkatan bersenjata.

Pada Desember 2017, Sudrajat ditunjuk oleh Partai Gerindra untuk maju sebagai calon gubernur dalam pemilihan kepada daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018. 

Sumber riset: https://tirto.id/sudrajat-jejak-amp-kontroversi-cagub-jawa-barat-dari-gerindra-cBmp