Sudirman Said

Menteri ESDM Republik Indonesia (2014 - 2016)
LahirBrebes, Jawa Tengah, Indonesia, 6 April 1963
ProfesiMenteri ESDM Republik Indonesia (2014 - 2016)
Karier
  • Menteri ESDM Republik Indonesia (2014-2016)
Pendidikan
  • Sarjana Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (1990)
  • Master Bidang Administrasi Bisnis dari George Washington University, Washington, DC, Amerika Serikat (1994)

Sudirman Said lahir di Brebes pada tanggal 06 April 1963, saat ini Said masih menjabat sebagai Direktur PT. Pindad. Banyak pihak yang terkejut dengan penunjukannya sebagai salah satu Menteri yang ditunjuk langsung oleh Joko Widodo dalam Kabinet Kerja Jokowi Tahun 2014-2019. Said menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara 1990, pendidikan Diploma pada tahun 1984, lalu pada tahun 1994 Sudirman Said melanjutkan pendidikan nya di George Washington University, Washington DC, USA untuk ptogram Master of Business Administration, majoring in Human Resources Management and Organizatiponal Behavioral & Development.

Menteri yang telah menjabat di Kabinet Kerja sejak 27 Oktober 2014 ini selain dikenal sebagai pejabat tinggi di jajaran Industri minyak dan gas serta direktur utama perusahaan senjata nasional, juga aktif sebagai tokoh antikorupsi. Sebelum menjadi menteri ESDM, sebenarnya Sudirman Said bukanlah orang baru di sektor ESDM. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Admin di PT. Petrokimia Nusantara Interindo tahun 2003-2008. Sebelum diangkat menjadi Menteri ESDM, Sudirman Said tercatat menjadi Direktur Utama di PT. Pindad.

Sudirman Said adalah salah satu orang yang sangat vocal dalam menolak tindakan korupsi, hal ini ia wujudkan dengan mendirikan sekaligus menjadi Ketua Badan Pelaksana Masyarakat Transparasi Indonesia bersama dengan Erry Riana (Mantan Pimpinan KPK), Kuntoro Mangkusubroto (Kepala UKP4), Sri Mulyani (Mantan Menteri Keuangan), dan beberapa tokoh lainnya. Beberapa kasus yang pernah didorong untuk diselesaikan antara lain kasus Transparansi Anggota Kabinet tahun 2001, korupsi penyelewengan dana pemilu oleh anggota KPU tahun 2004, serta penyelesaian kasus Bibit Chandra (Cicak vs Buaya).