Soemitro Djojohadikoesoemo

Menteri Negara Riset Indonesia ke-3 (1973-1978)
Lahir: Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia, 29 Mei 1917
Karir
  • Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia ke-7 (1950-1951)
  • Menteri Keuangan Republik Indonesia ke-8 (1952-1953)
  • Menteri Negara Riset Indonesia ke-3 (1973-1978)
Pendidikan
  • Bachelor of Arts (BA), Netherlands School of Economics
  • Universitas Sorbonne, Paris

Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo adalah salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Murid-muridnya banyak yang berhasil menjadi menteri pada era Suharto seperti JB Sumarlin, Ali Wardhana, dan Widjojo Nitisastro.


Sumitro Djojohadikusumo pernah lima kali menjabat sebagai menteri di masa Orde Lama dan Orde Baru, diangkat oleh PBB menjadi anggota “lima ahli dunia” (group of five top experts) serta ikut mendirikan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Namun, pada sisi lain sejarah hidupnya, ia juga pernah menjadi 'penyelundup', 'pemberontak' PRRI/Permesta, bahkan menjadi 'pelarian' selama sepuluh tahun di luar negeri.

Lulus dari Hogere Burger School (HBS), ia berangkat ke Rotterdam, Belanda pada 1935. Dalam tempo dua tahun tiga bulan, gelar Bachelor of Arts (BA) mampu diraihnya. Ini rekor waktu tercepat di Netherlands School of Economics. Ia lalu melanjutkan studinya di Universitas Sorbonne, Paris (1937-1938).

Di usia ke-33, Sumitro pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian RI. Ia meraih gelar doktor di Nederlandse Economise Hogeschool, Rotterdam, Belanda pada tahun 1943 dengan disertasi berjudul Het Volkscredietwezen in de Depressie. 

Sumitro dikenal aktif menulis, dengan cakupan khusus masalah ekonomi. Buku terakhir ia tulis adalah Jejak Perlawanan Begawan Pejuang, diterbitkan Pustaka Sinar Harapan, April 2000. Selama 1942-1994, Sumitro menulis sebanyak 130 buku dan makalah dalam bahasa Inggris. 


Sumitro memperoleh banyak penghargaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Misalnya, Bintang Mahaputra Adipradana (II), Panglima Mangku Negara, Kerajaan Malaysia, Grand Cross of Most Exalted Order of the White Elephant, First Class dari Kerajaan Thailand, Grand Cross of the Crown dari Kerajaan Belgia, serta yang lainnya dari Republik Tunisia dan Perancis.

 

DarkLight