Siti Hediati Soeharto

LahirSemarang, Jawa Tengah, Indonesia, 14 Oktober 1960
Profesi
Karier
  • Komisaris PT. Mekar Unggul Sari
  • Komisaris PT. Bursa Efek Jakarta (1995-1998)
  • Komisaris PT. Surya Citra Media (2005-2015)
  • Wakil Ketua Komisi IV DPR RI (2014-2019)
Pendidikan
  • SMA Negeri 3 Jakarta (1977-1980)
  • S1 Fakultas Ekonomi UI (1980-1985)

Siti Hediati Hariyadi lahir di Semarang, Jawa Tengah pada 14 Oktober 1960. Perempuan yang lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto ini adalah anak keempat Soeharto. Titiek menikah dengan Prabowo Subianto pada Mei 1983 namun akhirnya bercerai pada 1998. Keduanya dikaruniai seorang anak bernama Didiet Prabowo yang kini berprofesi sebagai desainer.

Sebagai keturunan Keluarga Cendana, dunia bisnis juga tidak lepas dari Titiek. Penyuka merek berkelas tinggi ini sempat menjabat sebagai Komisaris PT. Bursa Efek Jakarta pada periode 1995 – 1998. Titiek dikenal sebagai seorang pengusaha di berbagai bidang industri. Penyandang gelar Sarjana Ekonomi dari UI ini telah  menduduki posisi Komisaris PT. Mekar Unggul Sari sejak 1994.

Selain merambah bisnis rekreasi dan tanaman, Komisaris Utama PT. Abhitama ini juga melebarkan sayap ke industri televisi. Pada Juli 2005, Titiek membeli saham kepemilikan PT. Surya Citra Media Tbk. sebesar 25 persen. Posisi sebagai Komisaris PT. Surya Citra Media sukses ia pertahankan hingga 2015.

Di samping bisnis, dunia politik bukan hal yang asing pula bagi Titiek. Perjalanan politik Titiek dimulai pada 2010 ketika ia aktif berorganisasi dan mengetuai Yayasan Seni Rupa Indonesia. Baru pada 2012, Titiek memutuskan bergabung dalam partai yang ikut didirikan Soeharto, Partai Golkar. Titiek menjadi kader dan mengikuti program fungsionaris pusat Partai Golkar.

Sejak itu, Titiek dipercaya memimpin Bidang Pertanian dan Layanan DPP Partai Golkar hingga tahun 2015. Berbekal pengalaman itu, ia memberinkan diri maju sebagai Caleg mewakili Dapil Yogyakarta pada Pileg 2014. Titiek berhasil terpilih sebagai anggota DPR periode 2014 – 2019 dan menduduki posisi Wakil Ketua Komisi IV.

Pada Mei 2006, Titiek pernah tampil di depan publik guna memberi bantuan bagi pengungsi Gunung Merapi. Saat itu Titiek juga menyatakan permintaan maaf sang ayah, Soeharto. Tak hanya itu, ketika gempa datang, Titiek muncul lagi di Yogyakarta dengan membawa bingkisan "85 tahun Pak Harto" untuk para korban musibah. Ia menyampaikan salam Soeharto untuk warga setempat

Di warsa 2006 pula Titiek muncul di televisi sebagai presenter SCTV dalam penayangan siaran langsung Piala Dunia. Menjadi presenter dalam 3 kali pertandingan, Titiek mendapat kritikian bertubi-tubi dari penggemar sepak bola. Ia dianggap tidak punya kemampuan membawakan acara, apalagi untuk program olahraga. Sejak itu, Titek tidak pernah muncul lagi sebagai presenter hingga sekarang.