STOP PRESS! Status Gunung Agung Naik Menjadi Awas

Siswondo Parman

Siswondo Parman

Lahir
Wonosobo, 04/08/1918
Profesi
Letnan Jenderal TNI TNI Angkatan Darat (1945-1965)
Agama
Islam
Karier
  • Letnan Jenderal TNI TNI Angkatan Darat (1945-1965)

Letnan Jenderal TNI Anumerta Siswondo Parman adalah tokoh militer yang menjadi korban Gerakan 30 September 1965 dan merupakan Pahlawan Revolusi.


Karier Parman di dunia militer dimulai ketika bekerja di polisi militer Kempeitai Jepang. Parman dikirim ke Jepang untuk pelatihan intelijen. Sepulangnya dari Jepang, Parman melanjutkan kerjanya di Kempeitai hingga perang usai.


Setelah kemerdekaan, Parman bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan diangkat menjadi kepala staf Polisi Militer di Yogyakarta. Berselang empat tahun, Parman diangkat menjadi kepala staf untuk gubernur militer Jabodetabek. Kemudian Parman mendapatkan promosi untuk menjadi Mayor.


Parman pernah terlibat dalam penggagalan pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil, APRA) yang dipimpin oleh Raymond Westerling.


Tahun 1951, Parman dikirim ke Amerika Serikat untuk pelatihan. Masih di tahun yang sama, pada November dia diangkat menjadi komandan Polisi Militer Jakarta. Selain itu, Parman juga sempat ditugaskan ke London menjadi atase militer ke Kedutaan Indonesia.


Setelah mendapatkan pangkat Mayor Jenderal, Parman diangkat menjadi asisten pertama Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal Ahmad Yani.


Pada 1 Oktober 1965, Parman diculik oleh pasukan Tjakrabirawa dan ditembak mati, jasadnya dibuang ke sumur bekas. Pada 4 Oktober, mayatnya ditemukan bersama korban lainnya.


Dikutip dari:


https://id.wikipedia.org/wiki/Siswondo_Parman