Poerbatjaraka

Profesor Universitas Gadjah Mada (1949 - 1964)
LahirSurakarta, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 1 Januari 1884
ProfesiProfesor Universitas Gadjah Mada (1949 - 1964)
Karier
  • Pegawai Museum Gadjah (1910-1926)
  • Kurator Museum Gadjah (1930-1940)
  • Profesor Universitas Gadjah Mada (1949-1964)
Pendidikan
  • Sekolah Dasar Hollandsch Inlandsch School (HIS) Surakarta (1892-1900)

Poerbatjaraka dikenal sebagai budayawan dan ahli sejarah dengan spesialisasi Jawa kuno. Poerbatjaraka ikut serta dalam memberikan masukan kepada Sultan Hamid II ketika merancang lambang negara Garuda Pancasila. Di tahun 1930an, dia adalah kurator di Museum Gajah. Di mana dia mengkurasi naskah manuskrip dan diberi tugas untuk mengkatalogisasi semua naskah Jawa di masa itu. Terkait dengan dunia pendidikan Indonesia, dia adalah salah satu pendiri dari Fakultas Sastra Udayana. Selain itu dia adalah Profesor di beberapa Universitas seperti Universitas Indonesia, Gadjah Mada juga Udayana. 

Dia anak seorang sastrawan Jawa yang mencatat perjalanan Pakubowono dan membuatnya menjadi sebuah tembang. Nama kecilnya Lesya, setelah menikahi putri bangsawan dia mendapat nama Raden Mas Poerbatjaraka. Lesya disekolahkan di sekolah Belanda untuk anak pribumi Hollandsche Inlanschs School (HIS). Dia tak hanya menguasai Bahasa Jawa, tapi juga Melayu dan Belanda. Belakangan Sansekerta. Sejak kecil dia banyak membaca buku-buku koleksi keraton Solo. Hingga dia tumbuh sebagao bocah cerdas dalam hal kebudayaan Jawa.

Tahun 1910, Poerbatjaraka dipekerjakan kepada Dinas Purbakala di Museum Gajah oleh pemerintah kolonial. Selama bekerja di Museum Gajah, Poerbatjaraka dianggap pandai dan sering dimintai tolong oleh para pakar. Di sini ia juga melanjutkan pelajarannya akan sastra Jawa Kuna dan juga mulai mempelajari Bahasa Sanskerta. Kemudian dia dikirim ke Universitas Leiden, Belanda. Di tahun 1926, meski tak pernah mengikuti kuliah dia diperbolehkan mengajukan disertasi berjudul Agastya in den Archipel. Dan menjadi Doktor karenanya.