Peter Frans Gontha

Duta Besar Kedutaan Besar RI untuk Polandia (2014 - 2016)
LahirSemarang, 5 April 1948
ProfesiDuta Besar Kedutaan Besar RI untuk Polandia (2014 - 2016)
Karier
  • Duta Besar Kedutaan Besar RI untuk Polandia (2014-2016)

Peter F. Gontha merupakan penggagas Java Jazz Festival, yang merupakan acara tahunan yang sering ditunggu oleh para pecinta musik Jazz. Selain berkonsentrasi di Java Jazz, Peter juga dikenal sebagai pengusaha yang sukses di beragam bidang. Di bidang bisnis media, Peter mendirikan banyak perusahaan yang memiliki reputasi dan popularitas tinggi. Antara lain Indovision, Firstmedia, BeritaSatu TV, Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), dan Surya Citra Televisi (SCTV). Di bidang lain ia mendirikan Plaza Indonesia Reality (The Gand Hyatt Jakarta), Bali Intercontinental, PT Chandra Asri Indonesia, dan PT Tri Polyta Indonesia.

Pria yang mengawali karier bisnisnya mulai dai 0 tersebut termasuk dari sedikit pengusaha yang mendapat embel-embel prestisius. Julukan “Donald Trump Indonesia” disematkan ke Peter saat ia menjadi selebriti dan tampil sebagai bos di acara reality show The Apprentice Indonesia. Donald Trump adalah bilyuner Amerika Serikat pembuat versi asli “The Apprentice”.

Kariernya yang moncer di bidang bisnis perusahaan media di rentang tahun 90-an juga membuatnya mendapat julukan “Rupert Murdoch Muda Indonesia”. Rupert Murdoch adalah taipan media asal Amerika Serikat. Peter mendapat julukan-julukan tersebut sebab secara garis besar ia adalah pengusaha yang memiliki kredibilitas tinggi serta bergaya hidup elite.

Bukan sebuah kebetulan juga jika ada yang membuat kesimpulan jika para pecinta musik jazz tanah air adalah orang-orang dari kelas atas dengan kekayaan materi yang melimpah. Peter adalah sosok yang menjadi bukti atas penilaian tersebut. Sosok pengusaha yang mengurus kerajaan bisnisnya sambil mendengar dendangan lagu jazz dari musisi-musisi kelas dunia.

Pada 15 Oktober 2014 Peter menjadi Duta Besar Indonesia untuk Polandia. Ia dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama dengan 21 dubes lainnya.