Nurdin Abdullah

Gubernur Sulawesi Selatan (2018 - 2023)
LahirParepare, Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Indonesia, 7 Februari 1963
ProfesiGubernur Sulawesi Selatan (2018 - 2023)
Karier
  • Bupati Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (2008-2018)
  • Direktur Kyushu Medical Co. Ltd.
  • Presiden Direktur Global Seafood Japan
  • Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia
  • Guru Besar Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar
  • Gubernur Sulawesi Selatan (2018-2023)

Bantaeng mungkin tak banyak dikenal orang. Ini adalah nama sebuah kabupaten kecil sekaligus yang tertua di Sulawesi Selatan. Dahulu, Bantaeng merupakan pusat pemerintahan Belanda dan pusat perdagangan di kawasan tersebut. Namun siapa sangka, di daerah kecil itulah sebuah potret perubahan daerah menuai banyak apresiasi dan layak menjadi contoh bagi daerah lain. Sukses Bantaeng sebagai daerah yang berkembang pesat tak lepas dari kerja keras Nurdin Abdullah selama menjabat orang nomor satu di sana. Nurdin menjabat Bupati Bantaeng periode 2008 hingga 2013 dan kemudian terpilih kembali pada periode 2013 hingga 2018.

Dilahirkan di Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada 7 Februari 1963, Nurdin sebelumnya adalah seorang akademisi yang menyandang gelar profesor di bidang agrikultur. Pasca terpilih sebagai Bupati Bantaeng, Nurdin langsung bekerja keras dan berhasil menggerakkan perekonomian serta potensi Kabupaten Bantaeng. Kini, Bantaeng menjadi kota dengan pertumbuhan ekonomi dan kesehatan yang cukup fantastis.

Sebelum Nurdin menjabat bupati tahun 2008, Bantaeng termasuk ke dalam 199 daerah tertinggal di Indonesia. Tiap tahun Bantaeng selalu dilanda banjir dengan infrastruktur dan layanan kesehatan yang buru‎k. Pertumbuhan ekonominya pun hanya 4,7 persen.

Salah satu hal yang diusahakan Nurdin adalah menciptakan layanan kesehatan 24 jam mobil ambulans. Berkat jaringannya yang luas, Nurdin berhasil menghadirkan ambulans yang merupakan modifikasi mobil Nissan Elgrand, hibah dari pemerintah Jepang. Nurdin mengakui bahwa menjaring kerjasama dengan pihak dalam dan luar negeri menjadi kunci keberhasilan demi keberhasilannya membangun Bantaeng. Nurdin pun mensiasati APBD sebesar Rp 821 miliar dengan menggalang sumber lain.

Sejak adanya layanan ambulans 24 jam di Bantaeng, ketika ada masyarakat sakit cukup menelpon ke 113, maka dokter dan perawat akan mendatangi pasien ke rumah, dan semuanya dilayani gratis didukung 20 dokter dan 24 perawat. Ambulans itu terbilang canggih dan bisa disebut rumah sakit berjalan lantaran fasilitasnya yang lengkap. Mulai dari alat pacu jantung, infus, oksigen, kelengkapan obat-obatan, hingga bisa melakukan operasi dan pelayanan persalinan bagi ibu melahirkan. Layanan kesehatan ini terbukti mampu menekan anga kematian ibu dan bayi.

Tak hanya bidang kesehatan, kemampuan Nurdin dalam bidang agrikultur betul-betul dimanfaatkan dalam peningkatan perekonomian daerah, terutama dalam hal ketahanan pangan. Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Bantaeng era Nurdin selalu menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada 2010 misalnya, pertumbuhan ekonomi Bantaeng mencapai 7,9 persen. Setahun kemudian meningkat menjadi 8,43 persen. Tahun 2011 di atas 9 persen. Nurdin juga mampu mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi lebih produktif. Dan sekarang Bantaeng jadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan.

Pencapaian ini dimungkinkan mengingat Nurdin berlatar belakang akademisi bisa menerapkan inovasi dan rekayasa teknologi, khususnya di sektor pertanian. Dia juga melakukan transfer teknologi dengan mendatangkan ahli-ahli di bidang pertanian dari Jepang. Lewat pemanfaatan teknologi ini, sejumlah wilayah di Bantaeng yang dulunya lahan kritis kini berubah menjadi subur dengan menerapkan pola pertanian organik. Nurdin mampu mengubah pola pikir petani agar tidak bergantung pada pestisida dan pupuk kimia.

Sejak muda, ketertarikan Nurdin pada bidang pertanian sudah terasa. Tak heran ketika ia memasuki perguruan tinggi, bidang inilah yang dia  pilih untuk ditekuni. Di Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hassanudin lah Nurdin mempelajari pertanian. Tak puas di situ, Nurdin lalu melanjukan pendidikannya ke jenjang S2  di Agriculture Kyushu University Jepang Tahun 1991. Empat tahun berselang, Nurdin mengambil studi S3-nya di universitas yang sama. Pengalaman tinggal di Jepang selama 8 tahun tidak hanya memperkaya ilmu Nurdin di bidang pertanian, tetapi juga keterampilan, serta jaringan yang luas. Pada 2012 lalu,Nurdin berhasil mengubah wajah Bantaeng menjadi model pembangunan kabupaten berkelanjutan di Indonesia.   

Capaian yang diperoleh Kabupaten Bantaeng itu bahkan sempat terdengar negeri Paman Sam. Konsul Jenderal Amerika Serikat Joaquin Monserrate‎ terbang ke Bantaeng pada akhir 2014 lalu untuk melihat langsung pertumbuhan ekonomi dan layanan kesehatan ala Nurdin. Dan Bantaeng saat ini menjadi laboratorium pilihan bagi 104 kabupaten kota untuk studi banding tahun 2014.

Kerja keras Nurdin ini diganjar berbagai penghargaan. Pada 2012 apresiasi itu diberikan oleh Harian Seputar Indonesia (SINDO) berupa anugerah People of The Year (POTY) 2012 untuk kategori kepala daerah terbaik kepada Nurdin Abdullah. Penyerahan digelar di Pantai Marina Bantaeng dengan disaksikan seluruh jajaran pemerintah Kabupaten dan masyarakat Bantaeng.

Trofi dan piagam penghargaan POTY 2012 diserahkan Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Pung Purwanto didampingi Wapemred Nevy Hetharia, General Manager Biro SINDO Kiki Subarkah, dan Kepala Biro (Kabiro) SINDO Sulselbar Mukhramal Azis. Menurut Purwanto, anugerah POTY 2012 sengaja diserahkan langsung ke Bantaeng sekaligus untuk melihat pembangunan Bantaeng dan bersilaturahmi dengan bupati dan warga kabupaten bergelar Butta Toaitu.

Apresiasi yang tinggi kembali menghampiri Nurdin pada April 2015. Kali ini apresiasi itu diberikan kepada Nurdin dengan penghargaan sebagai 'Tokoh Perubahan' oleh media Republika bersama kepala daerah lain yaitu Tri Rismaharini dan Abdullah Azwar Anas, termasuk Din Syamsuddin dan dua pemuda berprestasi lain.

Turut hadir dalam acara yang digelar di Ballroom Djakarta Theater itu, sejumlah tokoh yaitu Kapolri Badrodin Haiti, ketua KPK Taufikurrahman Ruki, ketua MPR Zulkifli Hasan, ketua DPD Irman Gusman, Menteri Komunikasi Rudiantara, Menteri Bappenas Andrinof Chaniago, Menakertrans Hanif Dahiri, dan mantan menteri Djoko Suyanto.

Pada pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2018, dia mencalonkan diri menjadi gubernur berpasangan dengan Sudirman Sulaiman. Guru Besar Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar ini dilantik pada 5 September 2018.