STOP PRESS! Politikus PKS Yudi Widiana Resmi Ditahan KPK

Nadiem Makarim

Nadiem Makarim

timeter overall

+67
Lahir
Kota Singapura, 04/07/1984
Profesi
CEO PT Go-Jek Indonesia (-)
Agama
Islam
Karier
  • Management Consultant Mckinsey & Company (-)
  • Co-founder Zalora Indonesia (-)
  • Managing Editor Zalora Indonesia (-)
  • CEO PT Go-Jek Indonesia (-)
Pendidikan
  • SD di Jakarta (-)
  • SMP di Jakarta (-)
  • SMA di Singapura (-)
  • International Relations Brown University, Amerika Serikat (-)
  • London School of Economics, London, Inggris (-)
  • Harvard Business School, Harvard University, Amerika Serikat (-)

Go-Jek merupakan salah satu pelopor jasa transportasi berbasis aplikasi online di Indonesia. Hadirnya Go-Jek dimaksudkan untuk mempermudah bagi siapa saja yang ingin menggunakan jasa ojek motor tanpa harus susah-susah mencari tukang ojek atau pergi ke pangkalan ojek. Lantas, siapakah orang yang berada di balik hadirnya Go-Jek di tanah air? Orang itu adalah Nadiem Makarim.


Nadiem Makarim dilahirkan di Singapura pada 4 Juli 1984. Namun, ia adalah orang Indonesia asli. Ayahnya bernama Nono Anwar Makarim, seorang praktisi hukum ternama sekaligus penulis buku yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah. Sementara sang ibunda, Atika Algadrie, adalah perempuan asal Pasuruan, Jawa Timur.


Nadiem Makarim adalah lulusan International Relations Brown University, Amerika Serikat, dan pernah mengikuti program foreign exchange di London School of Economics. Selain itu, ia juga menyandang gelar MBA (Master Business Of Administration) dari Harvard Business School, Harvard University, Amerika Serikat.


Sempat bekerja di sebuah perusahaan konsultan ternama Mckinsey & Company selama tiga tahun dan menjadi Co-founder serta Managing Editor di Zalora Indonesia serta menjadi Chief Innovation Officer Kartuku, Nadim Makarim memutuskan berhenti mengabdi untuk orang lain pada tahun 2011. Selanjutnya, ia mendirikan perusahaannya sendiri, yakni PT Go-Jek Indonesia.


“Saya tidak betah kerja di perusahaan orang lain. Saya ingin mengontrol takdir saya sendiri,” demikian ucap Nadiem Makarim mengenai alasan mengapa ia menggagas berdirinya Go-Jek.


Gagasan dibentuknya Go-Jek adalah bermula ketika Nadiem Makarim berbincang dengan tukang ojek langganannya. Suami dari Franka Franklin memang lebih sering memakai jasa ojek ketimbang naik mobil pribadi.


Kurang efektifnya kinerja tukang ojek konvensional –yang oleh Nadiem Nakarim dinilai lebih sering menunggu pelanggan daripada mencari alias jemput bola, sementara banyak orang yang sebenarnya membutuhkan aksi cepat dari tukang ojek– membuatnya berpikiran untuk membuat layanan transportasi yang lebih optimal, dan akhirnya lahirlah Go-Jek.


Aplikasi Go-Jek dapat diakses melalui smartphone berbasis operasi Android dan bisa diunduh lewat Google Play, juga telah tersedia di App-Store untuk iOS. Hingga saat ini, layanan Go-Jek bisa didapatkan di beberapa kota besar di Indonesia, antara lain di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Bali, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, Yogyakarta, dan Balikpapan.