Muso Manowar

LahirJagung, Pagu, Kediri, Jawa Timur, Indonesia, 1 Januari 1897
Profesi
Karier
  • Tokoh Komunis Indonesia

Musso adalah tokoh komunis Indonesia. Dia anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) di tahun 1920an. Sebelumnya dia pernah ikut Sarekat Islam dan Indische Sociaal-Democratishce Vereeniging (ISDV) atau perkumpulan Sosial Demokrat Hindia. Nama Musso diidentikan dengan Peristiwa Madiun 1948. Di mana Musso dituduh sebagai Presidennya. Musso yang keturunan santri ini, adalah jago mengaji di waktu kecil. Dia pernah ikut mondok di rumah Cokroaminoto bersama Soekarno ketika sekolah di Surabaya.

Sebagai murid Cokro yang pemimpin besar Sarekat Islam, Musso dikenal jago berpolitik dan mengorganisir massa. Dia termasuk PKI 1926. Sebelum Pemberontakan 1926 dia tertangkap di Singapura. Setelahnya dia sempat tinggal di Rusia. Nahun 1935, Musso diam-diam kembali ke Indonesia dan menghidupkan kembali PKI bawah tanah untuk memimpin perjuangan antifasis selama pendudukan Jepang, dia kembali menghilang. Hingga akhirnya, datang kembali ke Indonesia bersama Kepala Perwakilan RI di Praha Soeripno atas nama Soeparto, pada 11 Agustus 1948. Dia sempat berpidato untuk menyarankan Indonesia bekerjasama dengan Uni Sovyet.

Namanya terkait dengan Peristiwa Madiun. Pihak militer menyebutkan bahwa PKI memproklamasikan "Republik Soviet Indonesia" pada tanggal 18 September 1948 dan mengangkat Musso sebagai presiden dan Amir Sjarifuddin sebagai perdana menteri. Musso punya beberapa alias: Paul Mussotte, Muso Manowar, Munawar Musso. Nama terakhir adalah nama aslinya. Musso memiliki seorang putri dengan seorang wanita Rusia yang bangga atas perjuangan Musso di Indonesia sejak muda sebagai tokoh komunis.