Mulyono

Pangkostrad TNI AD
LahirBoyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia, 12 Januari 1961
ProfesiPangkostrad TNI AD
Karier
  • Danton Yonif 712/Wiratama Kodam VII/Wirabuana TNI AD
  • Danki Yonif 712/Wiratama Kodam VII/Wirabuana TNI AD
  • Wiratama Kodam VII/Wirabuana TNI AD
  • Pasiops Yonif 712/Wiratama Kodam VII/Wirabuana TNI AD
  • Kasiopsjar Pusdikif Bandung TNI AD
  • Danyonif 143/Tri Wira Eka Jaya Kodam I/Bukit Barisan TNI AD
  • Dosen Gol V/Seskoad TNI AD
  • Dandim 0901/Samarinda TNI AD
  • Kasrem 121/Alambhana Wanawai TNI AD
  • Asops Kaskostrad TNI AD
  • Danmentar Akmil Magelang TNI AD
  • Wadansecapa TNI AD
  • Danrem 032/Wirabraja TNI AD
  • Dirlat Kodiklat TNI AD
  • Dirdok Kodiklat TNI AD
  • Wadankodiklat TNI AD
  • Pangdam Jaya TNI AD
  • Asops Kasad TNI AD
  • Pangkostrad TNI AD
Pendidikan
  • Akabri
  • Pendidikan Lanjutan Perwira(Diklapa) I
  • Pendidikan LAnjutan Perwira (Diklapa) II
  • Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad )

Pengangkatan Gatot Nurmatyo sebagai Panglima TNI menyebabkan posisi Kepala Satuan Angkatan Darat (KSAD) kosong. Dari sekian nama yang diajukan, Presiden Joko Widodo akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Letnan Jenderal Mulyono, yang sebelumnya menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis (Pangkostrad). Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan, ada beberapa alasan yang membuat Letjen Mulyono diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), kursi yang sebelumnya ia duduki sebelum diangkat menjadi pimpinan tertinggi TNI.

Gatot menjelaskan, Mulyono dipilih berdasarkan rekomendasi dari Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tertinggi (Wanjakti) yang kemudian dirapatkan oleh para kepala staf dari ketiga matra TNI. Dalam rapat tersebut, ketiga kepala staf memilih perwira tinggi Angkatan Darat berbintang tiga terbaik untuk kemudian diajukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain memang karena dipilih oleh Presiden, menurut Gatot posisi Mulyono yang duduk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) juga menjadi alasan penting.

Letjen TNI Mulyono lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 12 Januari 1961. Penunjukkan Mulyono sebagai KSAD ke-31 ditetapkan dalam Keppres Nomor 54 TNI tahun 2015 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dimutasi menajadi Panglima TNI. Mulyono, merupakan lulusan Akmil 1983.

Selepas kelulusannya dari Akabri, Mulyono berdinas di Yonif 712 Kodam VII/Wirabuana sebagai Komandan Peleton (Danton), Komandan Kompi (Danki) hingga Pasiops. Kemudian Mulyono melanjutkan Pendidikan Lanjutan Perwira Ke-ll Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) Komando Pendidikan Latihan Kodiklat TNI AD di Bandung. Setelah menyelesaikan Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) ll ia menjabat sebagai Kepala Seksi Operasi Pengajaran (Kasiopsjar) Pusat Data (Pusdat) Pendidikan Infanteri Bandung pada tahun 1995 dengan pangkat Mayor Inf.

Pada tahun 1997 Mulyono mendapatkan kepercayaan menjabat Komandan Batalyon Infanteri 143/Tri Wira Eka Jaya di wilayah Kodam I/Bukit Barisan, kemudian ia pindah ke Seskoad menjadi Dosen Golongan V disana selama 1 tahun. Pada tahun 2000, Mulyono dipercaya menjadi Komandan Kodim 0901/Samarinda. Kemudian setelah itu ia menjabat sebagai Kepala Staf Korem 121/ABW, lengkap sudah sebagai seorang prajurit yang pernah merasakan bertugas di Satuan tempur, Lembaga Pendidikan dan Satuan Teritorial pun telah dilewati sebagai bentuk pengabdian.

Terlahir sebagai Perwira Infanteri yang memiliki jiwa ksatria dan naluri kepemimpinan serta Ilmu strategi yang mumpuni, maka Mulyono pada tahun 2006 menjabat sebagai Asisten Operasi Kaskostrad. Pada tahun 2009 Mulyono di beri kepercayaan menjadi Komandan Resimen Taruna Akademi Militer Magelang, dimana AKMIL merupakan tempat ia dilahirkan, dicetak dan di bentuk menjadi seorang Perwira TNI AD yang dipersiapkan untuk memimpin TNI AD pada masa depan. Selepas menjadi Danmentar AKMIL, Mulyono menjabat sebagai Komandan Komando resort militer 032 di wilayah Kodam I/Bukit Barisan yang kemudian dipindahkan ke Bandung sebagai Wakil Komandan Secapa AD.

Setiap proses pengabdian Mulyono berjalan baik, hingga pada 10 Mei 2011 melalui keputusan Presiden, ia mendapatkan amanah menjadi seorang Brigadir Jenderal yang menjabat sebagai Direktur latihan di Kodiklat TNI AD. Beberapa bulan menjabat sebagai Dirlat, ia bergeser menjadi Direktur Doktrin Kodiklat TNI AD. Pengabdian panjang Mulyono selama hampir 20 Tahun maka ia mendapatkan kepercayaan mengemban jabatan Mayor Jenderal TNI sebagai Wakil Komandan Kodiklat TNI AD. Perjalanan panjang tugas Mulyono kemudian hijrah ke Jakarta untuk menjabat sebagai Asisten Operasi Kasad pada 2013 lalu. Akhirnya loyalitas dan kredibilitas serta totalitas yang diberikan Mulyono terhadap tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang Perwira Tinggi TNI AD itulah membuat Negara memberikan amanah kepada Mulyono untuk memimpin Kodam Jaya, Komando Kewilayahan Pertahanan strategis yang wilayahnya meliputi Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.