Muhammad Taufik

Lahir-
Profesi
Karier
  • Ketua DPD DKI Jakarta Fraksi Gerindra.
Pendidikan
  • Jurusan Akuntansi Universitas Jayabaya

Muhammad Taufik merupakan seorang politisi sekaligus menjabat sebagai Ketua DPD DKI Jakarta Fraksi Gerindra. Muhammad Taufik sempat beberapa kali melakukan aksi kontroversial, hal ini dilakukan karena seringnya berselisih dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ia pernah menjabat sebagai Ketua KPUD DKI Jakarta dan terjerat pidana korupsi logistik pemilu selama 18 bulan pada 27 April 2004. Pada pilpres 2014 lalu, ia pernah berorasi dalam menuntut penangkapan Ketua KPU Husni Malik karena dianggap melakukan kecurangan dengan mengeluarkan surat edaran membuka kotak suara.

Muhamad Tufik menempuh pendidikan di SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama di Banten. Kemudian ia melanjutkan ke SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas) di Jakarta , dan berkuliah di Jurusan Akuntansi di Universitas Jayabaya Jakarta.

Lelaki yang memiliki prinsip “mengalir seperti air, tapi jangan seperti air bah” ini memulai pengalaman organisasinya dengan bergabung di Serikat Pekerja Maritim Indonesia, hingga beberapa tahun kemudian ia terpilih menjadi Sekjen Serikat Pekerja Maritim Indonesia.

Karir politiknya dimulai lewat Partai Golongan Karya (Golkar), kemudian di era reformasi ia bergabung dengan Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) di bawah pimpinan Edi Sudrajat. Kemudian di tahun 1999 ia mengundurkan diri dan memutuskan untuk berhenti dari aktivitas yang berhubungan dengan organisasi politik. Hingga pada beberapa saat ia memilih menjadi independen dalam dunia politik.

Namun, kemudian bersama teman-temannya mantan Aktivis partai, ia mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Pengkajian Jakarta yang concern dalam berbagai kebijakan publik. Di lain sisi, ia juga dilantik oleh KPU Pusat dan dalam Rapat Pleno Anggota KPU DKI Jakarta dia terpilih menjadi ketua.

Dalam dunia bisnis, Muhammad Taufik juga melakoni aktivitas berbisnis dengan mengembangkan Radio Muara dengan segmen Dunia Bahari, di mana radio tersebut didirikan oleh ayahnya. Bisnis media yang ia tekuni kemudian merambah menjadi majalah bersegmen politik yang bernama Majala Target.

Selain itu, pada kehidupan pribadinya ia menikahi seorang perempuan bernama Sri Wahyuni yang berlatar belakang kelahiran Jawa, dimana melalui pernikahannya tersebut ia dikaruniai tiga orang anak.