Muhammad Prananda Prabowo

LahirJakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia, 23 April 1970
Profesi
Karier
  • Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (2015-2020)

10 April 2015 adalah hari yang penting bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Megawati Soekarnoputi yang kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum PDIP periode 2015-2020, mengumumkan susunan pengurus partai untuk satu periode ke depan. Hal yang paling menarik adalah masuknya nama putera kedua Mega, Muhammad Prananda Prabowo. Adapun pria yang akrab disapa Nanan ini diberi mandat memangku jabatan sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif, posisi yang terkesan ‘aman’ untuk debut-nya di pengurus inti PDIP.

Saat Mega menyebut nama putera buah pernikahannya dengan penerbang, Letnan Satu Surindro Suprijarso ini, suasana mendadak riuh. Peserta Kongres IV PDIP langsuk mengeluk-elukkan dia. Nanan lantas beranjak dari tempat duduknya. Ia berjalan menuju panggung dan berdiri bersama nama-nama pengurus DPP PDIP lain yang diumumkan ibunya, termasuk sang adik Puan Maharani yang diberi jabatan Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan.

Sebelumnya Nanan memang belum pernah terlibat langsung dalam politik praktis. Tidak seperti adiknya Puan Maharani yang sudah pernah menduduki jabatan strategis di partai, Nanan selama ini lebih banyak bertindak di balik layar. Puan dikenal publik sebagai Fraksi PDIP DPR. Lalu menjabat Dewan Pimpinan Pusat PDIP, sampai kini sebagai menteri koordinator di kabinet Presiden Jokowi. Nama Nanan kerap disebut, namun wajahnya tersembunyi.

Nanan mengambil peran di balik panggung, bukan di atas panggung seperti adiknya. Meski demikian, pentingnya keberadaan Nanan tak terbantahkan di internal PDIP. Dia adalah teman Megawati bertukar pikiran, dan punya watak amat mirip dengan sang ibunda. Tak heran Nanan menjadi salah satu perancang konsep pidato Megawati selama ini.

Nama Nanan sesungguhnya sudah santer dibicarakan sejak jauh hari sebagai bagian dari pengurus DPP PDIP yang baru. Jokowi bahkan pernah menyebut Nanan ada di balik hal-hal besar yang dilakukan PDIP. Jokowi pada 2013 mengatakan, pemikiran Nanan punya pengaruh paling besar terhadap cara pandang dan sikap Megawati sebagai Ketua Umum PDIP. Nanan yang disebut Jokowi tak senang menonjolkan diri itu kini terpaksa ‘mengalah’ kepada sang ibunda yang memerlukan kehadirannya di struktur inti PDIP untuk menjaga solidaritas partai pasca kepemimpinan Mega. Meski baru kali ini masuk menjadi pengurus inti PDIP, Nanan bukannya tak punya andil dalam membesarkan partai. Justru sebaliknya, Nanan selama ini menjabat sebagai Kepala Ruang Pengendali dan Analisa Situasi di DPP PDIP.

Muhammad Prananda Prabowo lahir pada 23 April 1971. Ia adalah putra kedua Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri dari suami pertamanya, Letnan Satu Penerbang Surindro Supjarso. Dari pasangan ini Nanan memiliki seorang kakak, Mohamad Rizki Pratama. Sementara Puan Maharani adalah adiknya dari pernikahan Megawati dengan Taufik Kiemas. Ayah Nanan, Surindro, tewas dalam kecelakaan pesawat saat menerbangkan Skyvan T-107 di perairan Biak, Papua, Januari 1970. Nanan bahkan tak sempat melihat ayahnya. Ketika Surindro meninggal, ia masih berada dalam kandungan.

Portal berita CNN Indonesia menyebut Nanan sebagai putra mahkota Megawati karena kedekatan dan peran-peran Nanan dibalik panggung politik ibunya. Detik bahkan menyebut Nanan sebagai satria piningit Mega. Oleh sejumlah kaum Marhaen, ia dianggap sebagai salah satu pewaris trah Soekarno. Bahkan, ia pernah didaulat sebagai keturunan ideologis Bung Karno yang paling tepat menggantikan Megawati Soekarnoputri.

Prabowo dikenal sebagai ideolog dan peminat teknologi komunikasi dan informasi. Ia pertama kali muncul saat Megawati mengajaknya dalam konferensi pers bersama sang adik, Puan Maharani, menjelang pembukaan Kongres III PDIP 2010 di Bali. Di PDI-Perjuangan, ia ditempatkan sebagai Kepala Ruang Pengendali dan Analisis Situasi (Situation Room) DPP PDI-Perjuangan.

Ia adalah konseptor beberapa pidato politik Megawati. Salah satu sentuhan pidatonya yang dianggap cukup bisa menggambarkan cara pandangnya terhadap dunia politik adalah ketika ia menyisipkan penggalan nasihat dari Kitab Baghawad Gita, "karmanye vadhikaraste ma phaleshu kada chana" (kerjakan seluruh kewajibanmu dengan sungguh-sungguh tanpa menghitung untung-rugi). Pidato yang dibacakan pada Pembukaan Kongres III PDI Perjuangan tahun 2010 tersebut memang kemudian menjadi salah satu pidato Megawati yang paling banyak mendapatkan pujian dari berbagai pihak.

Megawati tampaknya sadar betul regenerasi kepemimpinan puncak PDIP harus segera dilakukan. Dia pun paham tak bisa selamanya memimpin partai banteng. Dengan dua trah Soekarno di inti partai, Mega ingin mengantisipasi kemungkinan perpecahan PDIP setelah dia tak lagi memimpin.

Selain aktif dalam dunia politik, Nanan juga memiliki ketertarikan tinggi di bidang musik. Penyuka aliran musik cadas ini dikenal piawai dalam bermain bass. Karakter permainan bassnya tersebut banyak dipengaruhi oleh gaya bermain Steve Harris, bassis Iron Maiden, band cadas asal Inggris yang menjadi idolanya. Keprihatinannya yang mendalam atas semakin pudarnya rasa nasionalisme di kalangan anak muda mendorongnya untuk membentuk sebuah grup band bernama Rodinda (Romantika, Dinamika, Dialektika adalah prinsip-prinsip Revolusi yang sering diucapkan Bung Karno) sebagai medium penyampai pesan nasionalisme kepada kaum muda.

Berkebalikan dengan Puan yang dinilai punya karakter pragmatik, Nanan dikenal lebih saklek. Banyak orang di internal PDIP menyebut dia sebagai cucu sejati Bung Karno karena sifatnya yang memegang teguh ajaran sang kakek. Sekilas melihat paras Nanan, orang kerap teringat pada Soekarno di masa mudanya. Selama ini dia disebut-sebut sebagai cucu yang paling mirip dengan sang kakek, baik fisik maupun pemikirannya.