Muhammad Arif Wibowo

LahirBanyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia, 19 September 1966
Profesi
Karier
  • CEO PT Citilink Indonesia
  • Direktur Utama PT Garuda Indonesia
Pendidikan
  • Sarjana Teknik, Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh November
  • Master Management of Air Transportation, Universitas Indonesia - Massachussets Institute of Technology

Pria bernama lengkap Muhammad Arif Wibowo ini lahir di Banyumas pada 19 September 1966. Arif adalah seorang pengusaha yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia menggantikan Emirsyah Satar yang mengundurkan diri pada 8 Desember 2014. Ia bukanlah orang baru dalam manajemen Garuda Indonesia. Terakhir, Arif menjabat sebagai CEO PT Citilink Indonesia, anak perusahaan PT Garuda Indonesia yang bergerak di penerbangan berbiaya rendah.

Sebelum menduduki posisi CEO, Arif memulai perjalanan kariernya dengan menjabat sebagai EVP Marketing dan Sales PT Garuda Indonesia, Tbk. Selain itu, ia juga pernah menjadi Senior GM Area Indonesia Barat; Senior GM Area Jepang, Korea, China dan USA; GM for Fukuoka Jepang; serta GM Agency dan Interline di Garuda.

Arif Wibowo merupakan lulusan Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh November. Setelahnya, ia berhasil meraih Master Management of Air Transportation dari Universitas Indonesia yang bekerja sama dengan Massachussets Institute of Technology. Arif juga sempat memperoleh Certified Professional Marketer Asia dari Asia Marketing Federation.

Sepak terjang Arif di dunia penerbangan memang dikenal luas. Hingga 2016, Arif Wibowo masih dipercaya menjabat sebagai ketua Indonesia National Air Carriers Association, sebuah asosiasi perusahaan penerbangan nasional Indonesia. Disamping itu, Arif pun terbilang berhasil menjadikan Citilink bersaing di jajaran papan atas dengan maskapai penerbangan berbiaya rendah lainnya.

Arif  dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat tinggi dan berjiwa kompetitif. Maka dari itu, tak mengherankan jika pada enam bulan pertamanya sejak mendapatkan Air Operation Certificate, PT Citilink Indonesia di bawah kepemimpinan Arif telah melakukan ekspansi secara agresif. Tidak hanya menambah jumlah armada baru Airbus A 320, maskapai itu juga memperbanyak rute penerbangan ke kota-kota di Indonesia.

Sementara itu, Arif telah memiliki strategi tersendiri guna menghadapi gejolak di Garuda Indonesia. Ia akan mengoptimalkan aset-aset GIA yang ada untuk meraih keuntungan yang tinggi. Arif juga akan melakukan restrukturisasi cost driver melalui efisiensi di berbagai lini. Selain itu, pengamanan keuangan perusahaan dan pelunasan hutang yang akan jatuh tempo juga akan dilakukan Arif sebagai upaya meredam turbulensi di tubuh Garuda Indonesia.