Mohamad Nasir

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi
LahirNgawi, Jawa Timur, Indonesia, 27 Juni 1960
ProfesiMenteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi
Karier
  • Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi
Pendidikan
  • MTs di Pondok Pesantren Mambaul Ilmi Asy-syar’y Sarang, Rembang, Jawa Tengah (1975-1978)
  • SMA Kediri di Pondok Pesantren Al-Islah, Kediri (1979-1982)
  • Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang (1983-1988)
  • Magister Sains (M.Si) Program Pasca Sarjana UGM, Yogyakarta (1993)
  • Doktor (Ph.D. Akt) Universiti Sains Malaysia (USM), Penang, Malaysia (2004)

Prof. H. Mohamad Nasir Ph. D., Ak adalah Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang lahir di Ngawi, 27 Juni 1960. Nasir sempat mengeluarkan wacana nya tentang kebijakan yang dinilai sangat kontroversial mengenai penghapusan kewajiban skripsi sebagai syarat kelulusan S1 pada Mei 2015 yang lalu. Menurut Nasir peniadaan skripsi sebagai syarat kelulusan S1 ini tidak akan mengurangi tingkat ilmiah bagi para mahasiswa ataupun mahasiswi.

Peniadaan skripsi ini dikembalikan ke pihak masing-masing Universitas utnuk menerapkan kebijakan tersebut, dengan kata lain skripsi hanyalah bersifat opsional, mahasiwa bisa mengganti skripsi dengan laporan pembelajaran mandiri dalam bentuk karya tulis. Hal ini tentunya menuai banyak kritik dan berbagai respon, baik negatif maupun positif.

Nasir seharusnya dilantik sebagai Rektor di Universitas Diponegoro Semarang periode 2014-2018, namun tidak sempat dilantik karena ia dipilih menjadi menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada Kabinet Kerja periode 2014-2019. Nasir juga tercatat sebagai Guru Besar di Bidang Behavioral Accounting dan Management Accounting di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.