Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) (2015 - 2020)
LahirYogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia, 23 Januari 1947
ProfesiKetua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) (2015 - 2020)
Karier
  • Wakil Ketua Cabang Jakarta Partai Demokrasi Indonesia (PDI) (1986-1993)
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) (1993-1996)
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) (1998-2016)
  • Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) (1987-1997)
  • Wakil Presiden Kepresidenan Republik Indonesia (1999-2001)
  • Presiden Kepresidenan Republik Indonesia (2001-2004)
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) (2015-2020)
Pendidikan
  • Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung (1965-1967)
  • Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Jakarta (1970-1972)
  • SMA Perguruan Cikini (Percik) (1963-1965)

Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri adalah Megawati Soekarnoputri adalah politisi nomor satu di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah partai besar setelah runtuhnya Orde Baru. PDIP pemenang Pemilu 1999. Hingga posisi kubu Megawati di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sangat kuat. Hingga dia terpilih sebagai Wakil Presiden pada masa pemerintahan Presiden Abdulrahmad Wahid (Gus Dur). Namun, 23 juli 2001, Gus Dur terjungkal dan Megawati naik menjadi Presiden hingga 2004. Setelahnya Mega beberapa kali gagal menjadi Presiden lagi. Orang-orang dari partainya terlibat korupsi, meski pun di masa pemerintahannya Komisi Pemberantas Korupsi didirikan. Megawati. Pamor PDIP sempat jatuh. Dalam Pemilu 2014. PDIP yang diselamatkan oleh popularitas Joko Widodo. Setelah Joko Widodo menjadi Presiden beberapa orang terdekat Megawati jadi Presiden.

Megawati mewarisi nama besar ayahnya, Presiden Pertama sekaligus pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI), Soekarno. Ayahnya adalah politisi paling dipuja-puja di Indonesia.Tak ada politisi yang paling dikenang dalam sejarah Indonesia seperti Soekarno. Beluma ada yang bisa menyainginya. Nama besar ayahnya itulah yang membuatnya terkenal dan mengisi posisi puncak PDIP.
Dia pernah jadi anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesoa (GMNI) ketika jadi mahasiswa. Mega hanya kuliah sebentar. Sejak muda dia adalah ibu rumah tangga biasa. Dia pernah menikah dengan pilot Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Suridndro Supjarso, sang pilot itu kemudian hilang dalam tugas di Papua. Mega pernah menikah, meski hanya tiga bulan, dengan pengusaha Mesir bernama Hassan Gamal Abdul Hasan. Pernikahan itu batal karena ada tekanan dari pemerintah. Karena Mega masih terikat pernikahan dengan Surindro yang hilang dan pemerintah belum menyatakan Surindro meninggal. Mega kemudian menikah juga dengan pengusaha Taufik Kiemas. Kawan semasa di GMNI.

Mega baru terjun ke politik tahun 1986.Dengan menjadi Wakil Ketua Cabang Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Jakarta Pusat. Setelah setahun dia menjadi anggota DPR RI. Nama Mega makin menanjak pada Kongres Luar Biasa 1993 di Surabaya, Mega diangkat secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDI. Kala itu Orde Baru masih berjaya. Pemerintah Orde Baru menganggap Megawati yang membawa nama besar Soekarno sebagai ancaman. Tahun 1996, Mega didongkel sebagai Ketua Umum dalam Kongres Medan yang memilih Soerjadi sebagai ketua umum. Mega tidak menerima hasil Kongres Medan itu.
Mega dan pengikutnya masih menduduki kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro Jakarta. Soerjadi, yang didukung pemerintah kemudian mengancam akan menduduki kantor tersebut. Tanggal 27 Juli 1996, Massa Soerjadi pun menyerang kantor tersebut. Puluhan pendukung Mega meninggal. Peristiwa ini lalu dikenal sebagai: Kudatuli.

PDI kemudian pecah. Banyak orang-orang PDI mendukung Mega. PDI yang dipimpin Soerjadi kehilangan banyak suara dalam Pemilu 1997. Diantara suara-suara itu lari ke Partai Pesatuan Pembangunan. Setelah reformasi dan runtuhnya Orde Baru, nama Megawati terangkat. Mega bersama pendukungnya mendirikan PDIP yang menjadi pemenang Pemilu 1999.