Luhut Binsar Pandjaitan

Menko Kemaritiman (2016 - 2019)
LahirToba Samosir, Sumatera Utara, Indonesia, 28 September 1947
ProfesiMenko Kemaritiman (2016 - 2019)
Karier
  • Duta Besar Indonesia untuk Singapura (1999-2000)
  • Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia (2000-2001)
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (2015-2019)
  • Menko Kemaritiman (2016-2019)
Pendidikan
  • SMA Penabur Bandung
  • AKABRI (1967-1970)
Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia saat ini. Ia juga menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia sejak 31 Desember 2014 hingga 2 September 2015.

Pada 12 Agustus 2015 ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno. Dalam reshuffle Kabinet Kerja Jilid II pada tanggal 27 Juli 2016, dia diangkat menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli.

Luhut selalu dengungkan jargonnya: “Sama seperti di perusahaan lain, kita memang mencari uang sebanyak-banyaknya. Tapi bagaimana juga kita berbagi sebanyak-banyaknya kepada orang lain.”

Bukan kali ini saja Luhut menempati jabatan prestisius. Di zaman pemerintahan Abdurrahman Wahid, ia pernah dipercaya sebagai Menteri Perdagangan. Jabatan menteri juga pernah ditawarkan Presiden Megawati, namun Luhut menolak.

Menengok ke belakang, prestasi Luhut di pemerintahan ini sebenarnya sudah dimulai sejak zaman Presiden Habibie. Habibie mengangkatnya sebagai duta besar untuk Singapura. Kabar yang beredar saat itu, penunjukkan Luhut dianggap tepat karena kepiawaiannya dalam diplomasi, mengingat kala itu hubungan Indonesia-Singapura kurang harmonis sepeninggal Soeharto dari pemerintahan.

Sementara di dinas resmi kemiliteran, jabatan penting Luhut terakhir adalah Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD), sebuah pusat pendidikan dan doktrin Angkatan Darat. Kodiklat ini dirintis oleh Hendropriyono, senior Luhut di Akademi Militer Nasional dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Di lingkungan militer, Luhut Pandjaitan juga dikenal sebagai perintis berdirinya Detasemen 81 pada 1981. Detasemen Khusus penanggulangan teror ini adalah satuan khusus di Kopassus. Saat itu Luhut menjadi Komandan Pertama Detasemen 81 berpangkat Mayor, dengan Wakil Komandan Kapten Prabowo Subianto. Detasemen ini disebut-sebut sebagai salah satu detasemen anti terror terbaik di dunia.

Selama karirnya di militer, Luhut menempuh 11 kali pendidikan militer bergengsi dari Royal Army Special Air Service (SAS), Inggris hingga Jungle Warfare Instructor Training Course, US Army Special Forces, Fort Bragg, Amerika Serikat. Tercatat 8 kali Luhut mendapatkan pelatihan militer di Amerika Serikat, sekali di Inggris dan 2 kali di Jerman Barat.

Tapi Luhut punya cerita lain, ia juga tercatat sebagai pebisnis. Ia memulai karir bisnisnya pada 2004 ketika mendirikan PT Toba Sejahtera. Bisnis mencatat Luhut memiliki  99,98% saham PT Toba Sejahtra. 

Toba Sejahtera bergerak di bidang  pertabangan, migas, dan agrikultur. Catatan Forbes menjelaskan dari sektor pertambangan, PT Toba Sejahtera nilai kapitalisasinya menembus angka Rp 1,8 triliun.

Karena bergerak di sektor yang sama, Luhut disebut-sebut dekat dengan pengusaha sekaligus politisi Partai Golkar Aburizal Bakrie. Bahkan di awal-awal berdiri, Toba Sejahtera berkantor Wisma Bakrie. Namun semenjak 2013 Toba Sejahtera pindah di Mega Kuningan. Terakhir di kampanye pemilihan Presiden, media menyebut Luhut meninggalkan Ical.

Setidaknya ada 16 perusahaan yang didirikan Luhut di bawah bendera PT Toba Sejahtera Group. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak dalam pelbagai bidang dari sektor coal minning hingga furniture.

Di sektor coal minning Luhut punya PT Toba Bara yang didikan pada 2010. Dari situs resminya diketahui Toba Bara beroperasi di tiga konsesi area tambang batubara di Kalimantan Timur. Luas ketiga area konsensi itu mencapai 7087 hektar dengan sumber daya tertaksir mencapai 236 juta ton.

Ada lagi Trisensa Mineral utama yang beroperasi di kecamatan Loa Janan, Muara Jawa, Sanga- Sanga, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Perusahaan ini memiliki izin operasi di area konsesi pertambangan seluas 3.414 hektar. Izin usaha produksi Trisental berlangsung selama 13 tahun dari 14 Desember 2010 hingga 14 Desember 2023.

Estimasi batubara di wilayah konsensi Trisensa Mineral Utama mencapai 43 juta ton. Kompas.com melaporkan bahwa pada tahun 2014 dari wilayah konsensi itu diperoleh 1,4 juta ton batubara.

Di sektor listrik, Luhut punya PT Pusaka Jaya Palu Power yang beroperasi di Palu, Provinsi Sulawesi sejak 2007. Perusahaan ini mengklaim mampu memproduksi 2x15 MW dengan rencana penambahan hingga 40 MW. Pada Desember 2012 PT Pusaka Jaya Palu Power dengan PLN melakukan penandatangan kontrak jual beli listrik (power purchase agreement/PPA).

Di sektor industri furnitur, Luhut punya saham di perusahaan bernama PT Rakabu Sejahtera. Laporan Inilah.com pada Jumat, 4 Juli 2014 menyebut Luhut melalui Pt Toba Sejahtra memiliki saham senilai Rp 15.557. 

PT Rakabu Sejahtra merupakan perusahaan yang didirikan oleh Joko Widodo sebelum menjabat sebagai Walikota Solo. Di jajaran dewan komisaris di perusahaan ini ada nama Agus Widjoyo sebagai komisaris utama dan Gibran Rakabuming Raka. Agus Widjojo adalah anak pahlawan Revolusi Sutoyo Siswomiharjo. Dengan Luhut, Agus adalah teman, mereka sama-sama alumni AKABRI 1970. Sedangkan Gibran adalah anak Presiden Joko Widodo.

Dari sekian banyak bisnis yang dilakukan Luhut, kini kekayaan Luhut, berdasarkan data LHKPN di situs acch.kpk.go.id, yang dilaporkan pada 19 Juni 2015, mencapai Rp660.097.217.368. Sebelumnya pada laporan LHKPN tertanggal 10 Mei 2001 kekayaan Luhut mencapai Rp 7.105.490.000. Artinya dalam kurun  14 tahun terakhir kekayaan Luhut melonjak lebih dari 94 kali lipat.