Lucius Karus

LahirManggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 15 Maret 1974
Profesi
Karier
  • Peneliti Pemantau Kinerja Parlemen Lembaga Studi Pers dan Pembangunan, Jakarta (2006-2009)
  • Peneliti dan Koordinator Bidang Legislasi Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (2009-2016)
Pendidikan
  • SMP Seminari Pius XII Kisol, Borong, Manggarai Barat, NTT
  • SMP Sadar, Ranggu, Kuwus, Manggarai Barat, NTT
  • SMAK St Ignatius Loyola Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo, Manggarai Barat
  • Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta

Nama Lucius Karus telah lama dikenal sebagai salah seorang peneliti di Formappi, yaitu sebuah Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia. Sejak 2009, Lucius sudah bergabung selama tujuh tahun dalam organisasi sipil dan sosial tersebut. Sebagai peneliti senior di Formappi, ia fokus terhadap isu-isu parlemen, khususnya pada penelitian kinerja anggota DPR RI. Lucius punya tujuan mendorong parlemen Indonesia yang fungsional.

Setelah lulus dari SMAK St Ignatius Loyola Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo Manggarai Barat, Lucius hijrah ke Jakarta. Ia meneruskan pendidikannya di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Langkah pria kelahiran Manggarai Barat, 15 Maret 1974 ini dalam politik pun berawal sejak duduk di bangku kuliah. Pada 1998, kala politik sedang bergejolak, Lucius tak mau ketinggalan. Ia turut andil sebagai pemandu dalam acara diskusi-diskusi politik.

Selepas meraih gelar sarjananya, pada 2001 Lucius bekerja di perusahaan penyedia alat bantu belajar anak. Ia pun pernah mencicipi pekerjaan sebagai broker di bidang jual beli valuta asing. Tiga tahun bekerja, Lucius mulai mecoba beralih ke pekerjaan lain.

Pada pertengahan 2006, ia bertemu teman lama yang mengajaknya bergabung di Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP). Di LSPP,  ia dipercaya menduduki posisi sebagai peneliti pemantau kinerja parlemen. Selain menekuni pekerjaan sebagai peneliti, Lucius juga menjadi salah satu penggiat dalam penghargaan karya jurnalistik Indonesia: Mochtar Lubis Award.

Keterlibatan Lucius di LSPP membuatnya kerap bertemu dengan Sebastian Salang dari Formappi. Maka, menjelang Pemilu 2009 Sebastian mengajak Lucius bergabung ke Formappi. Lucius mengiyakan ajakan tersebut. Ia lantas didapuk sebagai peneliti yang menangani bidang legislasi, hingga saat ini.

Sebagai perwakilan Formappi, Lucius kerap mengemukakan pendapat yang membuat para anggota DPR gerah. Seperti pada September 2015, Lucis meminta agar anggaran kenaikan tunjangan anggota DPR dibatalkan. Menurutnya, kinerja anggota DPR belum memberikan sumbangsih.

Tak hanya itu, pada pertengahan Mei lalu Lucius juga menilai kunjungan kerja yang dilakukan anggota DPR selama ini masih belum efektif. Menurut Lucius, kunjungan kerja ke daerah bahkan seringkali hanya menjadi lahan anggota DPR untuk membuat proyek. Lucius berpendapat ada tugas lain yang bisa dilakukan anggota dewan ketika kunjungan, seperti memantau pelaksanaan undang-undang, sosialisasi undang-undang, atau pendidikan politik.