Ki Hajar Dewantara

LahirYogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia, 2 Mei 1889
Profesi
Karier
  • Menteri Kementerian Pengajaran Indonesia (1945-1945)
  • Pemimpin Taman Siswa (1922-1959)
Pendidikan
  • STOVIA (Sekolah Dokter Jawa)

Ki Hajar Dewantara adalah tokoh pemikir dan peletak dasar pendidikan Indonesia yang ikut serta dalam pergerakan nasional Indonesia. Dia adalah tokoh pendiri dari Perguruan Taman Siswa yang menolak Ordonansi Sekolah Liar. Dalam kabinet pertama Republik Indonesia, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pengajaran.

Terlahir sebagai anak dari Pangeran Keraton Pakualam Yogyakarta dengan nama Suwardi Suryaningrat. Suwardi sempat mengenyam pendidikan di Sekolah Dokter Jawa atau School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) di Jakarta, namun tidak sampai lulus. Dia memilih menjadi wartawan di beberapa suratkabar seperti Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Dia pernah aktif di Boedi Oetomo sejak awal berdirinay organisasi itu.

Dia menjadi penggerak Kongres Boedi Oetomo di Yogyakarta. Selain itu dia juga anggota Insulinde. Bersama Cipto Mangunkusumo dan juga Douwes Dekker, mendirikan Indische Partij (Partai Hindia). Para pendiri ini dikenal sebagai Tiga Serangkai. Suwardi ikut protes terhadap peringatan 100 tahun pembebasan Belanda dari Spanyol yang harus dibiayai Indonesia dengan menulis Als ik een Nederlander was (Seandainya Aku Seorang Belanda) di tahun 1913. Karena artikel itu dia dan dua pendiri Indische Partij lain harus dibuang ke Negeri Belanda. Sepulang dari Belanda, dia mendirikan Perguruan Taman Siswa yang banyak muridnya itu dan mulai memakai nama Ki Hajar Dewantara. Meninggal di Yogyakarta pada 26 April 1959.