Ismail Pranoto

LahirJawa Tengah, Indonesia, 1 Januari 1912
Profesi
Karier
  • Pengusaha Wiraswasta (1960-1977)

Haji Ismail Pranoto alias Hispran adalah pemimpin Gabungan Usaha Perbaikan Pendidikan Islam (GUPPI). Organisasi ini di bawah Golongan Karya (Golkar). Nama Hispran identik dengan Komando Jihad dan Negara Islam Indonesia (NII). Sebagai tokoh GUPPI berpengaruh, Hispran juga berjasa dalam pemenangan Golkar dalam Pemilu 1971. Sebelum berurusan dengan aparat dia adalah seorang pengusaha yang sering bepergian, baik ke Jakarta atau ke Lampung. Hispran dianggap sering berhubungan dengan Ahmad Rivai, tokoh DI Lampung.
Hispran juga dianggap sebagai salah satu mantan pimpinan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia.
Hispran juga dianggap sebagai salah satu pimpinan Komando Jihad. Istilah Komando Jihad ini tak dikenal di kalangan sisa-sisa DI/TII, menurut Sardjono Kartosuwiryo, “itu istilah pemerintah.
Hispran dituding telah membai'at Abubakar Ba'asyir dan Abdullah Sungkar yang belakangan dijadikan musuh pemerintah.
Hispran pernah berdomisili di Tegal dan juga Kauman Brebes. Tahun 1975, Hispran pernah diajak oleh Kepala Badan Koordinasi Intelejen (Bakin) Ali Murtopo untuk ikut melawan komunis di Vietnam. Namun tidak jadi karena komunis di Vietnam keburu menang melawan Tentara Amerika.
Komando Jihad sendiri eksis tahun 1976. Kelompok ini dianggap bertanggungjawab atas teror peledakan di Bukittinggi, Padang dan Medan.
Konon, jelang pemilu 1977, Hispran sering membujuk dan membaiat orang untuk mendirikan negara Islam. Hispran merasa merasa kecewa dengan Ali Murtopo. Hispran sempat lari ke gunung untuk memimpin komando jihadnya. Jumlah pengikut Hispran konon mencapai ribuan orang. Hispran dan kelompoknya lalu diburu-buru aparat.
Belakangan Hispran di tangkap di Blitar, Jawa Timur. Hispran yang sudah tua itu harus mendekam di penjara Kalisosok. Kemudian diadili dan divonis penjara seumur hidup.