Ignasius Jonan

Menteri ESDM (2016)
Lahir: Singapura, 23 Juni 1963
Karir
  • Direktur Citibank (1999-2001)
  • Direktur Utama Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (2001-2006)
  • Managing Director Citibank (2006-2009)
  • Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) (2009-2014)
  • Menteri Perhubungan RI (2014-2016)
  • Menteri ESDM (2016)
Pendidikan
  • SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya (1978-1981)
  • Akuntansi Universitas Airlangga (1981-1985)
  • Master of Art Program in International Affairs di The Fletcher School, Tufts University
  • Senior Managers in Government Program, Harvard Kennedy School of Government (2000-2000)

Pada 14 Okotober 2016, Presiden Joko Widodo menunjuk mantan Ignasius Jonan menjadi menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM). Ignasius Jonan akan didampingi Arcandra Tahar sebagai wakil menteri ESDM. Keduanya dijadwalkan dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara setelah salat Jumat. Saat ini jabatan menteri ESDM dirangkap oleh Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

Sebelumnya, Ignasius Jonan menjabat sebagai Menteri Perhubungan Republik Indonesia Sejak 2014. Jonan juga merupakan mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dari 2009 hingga 2014. Perubahan besar yang dilakukannya adalah menertibkan kondisi perkeratapian Indonesia. Dia ditempatkan jabatan itu oleh Menteri BUMN Sofyan Djalil. Meski Jonan tak memiliki latar belakang di bidang transportasi, Jonan adalah akuntan.

Sejak dilantik pada 25 Februari 2009, Jonan pancal gas. Ia mengenalkan sistem meritrokasi, sebuah sistem yang memberikan penghargaan (reward) kepada pekerja berdasarkan prestasinya. Stasiun-stasiun warisan kolonial jadikan tempat yang bersih, rapi, dan teratur. Begitu juga gerbong kereta api. Hingga tak ada lagi ditemukan para penumpang yang tidur berserakan dalam gerbong, tak ada pengamen, pedagang asongan, dan penumpang yang berhimpitan dalam toilet. Semua penumpang mendapat jatah tempat duduk, tak boleh merokok di dalam gerbong, tak ada lagi calo karena nama yang tertera di tiket harus sesuai dengan kartu identitas.

Setelah ditunjuk sebagai Menteri Perhubungan oleh Presiden Joko Widodo. Jonan memikul tugas baru membenahi transportasi laut, udara, dan darat. Tak semua kebijakannya populer di mata publik. Pada 9 November 2015 Ignasius Jonan mengeluarkan Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015, yang melarang moda transpotasi publik alternatif, yakni ojek yang memakai aplikasi internet dilarang. Kebijakan Jonan ini ditentang publik. Namun, Presiden Joko Widodo justru mencabut larangan ojek online itu. Di hari yang sama pula Ignasius Jonan mencabut surat larangan ojek online.

Jonan pernah dicibir karena hendak menghapus maskapi penerbangan murah menyusul kecelakaan pesawat Air Asia pada 28 Desember 2014 lalu. Jonan berpikir bahwa pesawat dengan tiket murah akan berdampak pada pelayanan dan perawatan pesawat yang ujung-ujungnya adalah keselamatan publik.

Jonan dicibir lagi ketika ia menyikapi tudingan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kemacetan di tol pada libur panjang akhir tahun 2015. Menurutnya masalah kemacetan di tol tidak semata menjadi tanggungjawab Kementerian Perhubungan tapi juga Kepolisian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Pemerintah Daerah. Jika masalah kemacetan menjadi tanggungjawab Kementerian Perhubungan semata, Jonan menyarankan untuk membubarkan Kemenhub. Buntut dari persoalan ini Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Djoko Sasono mengundurkan diri.

Tidak hanya di perhubungan darat, Jonan juga kerap berselisih di sektor pehubungan laut. Media secara terang menunjuk perselisihan antara Ignasius Jonan dengan Direktur Utama Pelindo II RJ Lino. Pelindo II merupakan salah satu BUMN yang mengelola bongkar muat barang pelabuhan Indonesia. Keduanya kerap berselisih soal konsesi Jakarta International Container Terminal (JICT), proyek 35 pelabuhan, izin bongkar muat (IBM), hingga reklamasi tahap kedua Pelabuhan Tanjung Priok. Akar persoalannya adalah tumpang tindih kewenangan antara kementerian perhubungan dengan pengelola pelabuhan.

Pada akhir 2015 muncul isu Ignasius Jonan akan dicopot sebagai Menteri Perhubungan. Jabatan Menteri Perhubungan baru dikabarkan akan diganti oleh Taufik Kurniawan, kader Partai Amanat Nasional. Taufik Kurniawan adalah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Jonan mengaku siap seandainya ia dicopot dari jabatannya. Isu pencopotan Jonan bukan kali pertamanya, pada saat reshuflle Kaninet Kerja I, Jonan disebut-sebut masuk dalam daftar. Tapi belakangan Jonan tak jadi dicopot.


Sebelum berkiprah di dunia transportasi, Jonan adalah Direktur Citibank pada 2006 sampai 2009. Ia juga mantan Direktur utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) sejak 2001 hinga 2006. Jonan berasal dari keluarga pengusaha. Ayahnya, Jusuf Jonan, adalah seorang pengusaha dari Surabaya yang beristri pengusaha dari Singapura.

 

 

 

Sentimen Terkini
History Sentimen
Positive
Neutral
Negative
November 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 30 sentiment publik
73%
27%
Oktober 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 1.073 sentiment publik
82%
4%
14%
DarkLight