Ferdinand Marcos

Presiden Filipina (1965 - 1986)
Lahir Sarrat, Ilocos Norte, Filipina, 11 September 1917
ProfesiPresiden Filipina (1965 - 1986)
Karier
  • Presiden Filipina (1965-1986)
Pendidikan
  • Universitas Filipina Fakultas Hukum (1939)

Ferdinand Edralín Marcos adalah Presiden kesepuluh Filipina. Ia menjabat dari 30 Desember 1965 hingga 25 Februari 1986.

Marcos lulus dari Fakultas Hukum Universitas Filipina dengan gelar cum laude pada tahun 1939. Ia turut berperang melawan Jepang dalam Perang Dunia II dan memperoleh penghargaan atas jasa-jasanya selama perang.

Pada tahun 1954, ia menikah dengan Imelda Romuáldez yang kelak akan membantunya dalam kampanye presidennya. Ia kemudian bergabung dengan Partai Nacionalista, dan bersama dengan calon wakil presidennya Fernando Lopez, ia mengalahkan presiden Diosdado Macapagal dalam pemilu 1965.

Di masa pemerintahannya Marcos mendirikan rezim otoriter yang membuatnya tetap berkuasa, yang pada tahun 1981 rezim otoriter tersebut dihapuskan, dengan hukum darurat militer untuk menekan oposisi. Marcos terpilih kembali pada tahun 1981 menjadi presiden Filipina selam 6 tahun.


Selama pemerintahan Marcos pada tahun ini banyak di munculkan pengaturan politik yang tidak baik, masalah kesehatan, serta pelanggaran hak asasi manusia oleh pihak militer dan banyak oknum dalam pemerintahan yang korupsi.  Di masa ini, terjadi peristiwa yang menggemparkan, terjadinya pembunuhan pemimpin oposisi Benigno Aquino, Jr. pada tahun 1983. 


Akibat dari peristiwa ini rakyat Filipina mulai merasa tidak puas dengan pemerintahan Marcos. Marcos menekankan bahwa "orang miskin dan kaya harus bekerjasama satu sama lain untuk menuju satu tujuan masyarakat dan mencapai kebebasan melalui kesadaran diri". Rezim Marcos dengan Orde Baru Indonesia memiliki karakteristik yang mirip. Menitik beratkan pada pembangunan ekonomi negara dengan pinjaman dari luar negri.


Di tahun 1986, Marcos terpilih kembali untuk keempat kalinya yang diduga pada pemilu tahunini terdapat kecurangan. Dan terjadilah Revolusi EDSA pimpinan Corazon Aquino, janda Benigno Aquino yang membuat Marcos kehilangan kedudukannya sebagai presiden.


Marcos melarikan diri ke Hawaii, dia dituduh menggelapkan uang negara dan pinjaman dari luar negeri untuk kepentingannya dan dinyatakan bersalah. Marcos menghembuskan nafas terakhirnya di Honolulu, Hawaii di karenakan penyakit ginjal, jantung, dan paru-paru pada 1989. Marcos pertama dikebumikan di kuburan besar indah di Kota Batac, provinsi Ilocos Utara.