Faisal Basri

LahirBandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 6 November 1959
Profesi
Karier
  • Pengajar Pengajar FEUI (1981)
  • Pengajar Pengajar pada Program Magister Akuntansi (Maksi) (1988)
  • Editorial Board Editorial Board, Jurnal Bisnis & Ekonomi Politik (Quarterly Journal of the Indonesian Economy) (1997)
  • Ketua Ketua, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta (1999-2003)
  • Expert dan Pendiri Expert (dan Pendiri), Instutute for Development of Economics & Finance (Indef) (1995-2000)
  • Redaktur Ahli Redaktur Ahli Koran Mingguan “Metro” (1999-2000)
  • Dewan Pengarah Dewan Pengarah Jurnal Otonomi, diterbitkan oleh Yayasan Pariba (1999-2000)
  • Anggota Anggota Tim Asistensi Ekuin Presiden RI (2000)
  • Tenaga Ahli Tenaga Ahli pada proyek di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral (1995-1999)
  • Peneliti Peneliti pada Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEUI (1981-1998)
  • Pengajar Pengajar pada Program Extension FEUI untuk mata kuliah Perekonomian Indonesia (1987-1998)
  • Sekretaris Sekretaris Program pada Pusat Antar Universitas bidang Ekonomi, Universitas Indonesia (1991-1998)
  • Pengajar Pengajar pada Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (1991-1998)
  • Ketua Ketua Jurusan ESP (Ekonomi dan Studi Pembangunan) FEUI (1995-1998)
  • Pengajar Pengajar pada Program Pascasarjana Universitas Indonesia, bidang studi Ekonomi (1995-1998)
  • Guest Editor Guest Editor pada NIPPON (Seri Publikasi Monograf Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia) (1995-1998)
  • Research Associate Research Associate dan Koordinator Penelitian Bidang Ekonomi Universitas Indonesia dengan University of Tokyo (1997-1998)
  • Koordinator Koordinator Bidang Ekonomi, Panitia Kerja Sama Kebahasaan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) (1992-1997)
  • Kepala Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-FEUI) (1993-1995)
  • Pakar Pakar Ekonomi pada P3I DPR-RI (1994-1995)
  • Koordinator Koordinator Bidang Ekonomi pada PAU-Ek-UI (1991-1995)
  • Koordinator Koordinator Bidang Ekonomi pada PAU-Ek-UI (1989-1990)
  • Pengajar Pengajar pada Sekolah Tinggi Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Indonesia STEKPI (1990)
Pendidikan
  • Sarjana Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
  • Master of Arts (M.A.) dalam bidang ekonomi, Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika (1988) (1988)

Faisal Batubara atau yang lebih dikenal dengan nama Faisal Basri adalah seorang politikus yang mengawali kariernya sebagai seorang ekonom yang mumpuni. Faisah lahir di Kota Kembang Bandung tanggal 6 November 1959. Ayahnya adalah Hasan Basri Batubara. Sebagai penghargaan pada sang ayah, Faisal menggunakan nama “Basri” sebagai nama belakangnya dan melekat hingga sekarang.

Faisal masih ada hubungan darah dengan Wakil Presiden RI Adam Malik, lebih tepatnya salah satu keponakan Menteri Luar Negeri Indonesia itu. Karier politik Faisal salah satunya diawali kala ia dan teman-temannya sepakat untuk mendirikan Mara atau Majelis Amanah Rakyat. Pada perkembangannya, Mara berkembang menjadi Partai Amanah Nasional (PAN) dimana ia dipercaya menjadi sekretaris jenderal pertama dan pasca Kongres I di Yogyakarta didapuk menjadi ketua.

Faisal aktif untuk mendirikan beberapa organisasi nirlaba, semisal Yayasan Pencerahan Indonesia, Global Rescue Network, dan Yayasan Harkat Bangsa. Faisal sudah dikenal aktif di berbagai organisasi sejak masih duduk di bangku kuliah Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia masuk di tahun 1978 kala kampus sedang bergejolak dan Faisal tak ketinggalan untuk larut dalam berbagai organisasi pergerakan.

Rekam jejaknya yang baik di ranah akademik, usai kuliah Faisal diangkat menajdi dosen mata kuliah Ekonomi Politik yang baru diperkenalkan di FEUI di akhir akhir 1980-an. Lagi-lagi, atas kemampuannya dalam menguasai bidang kombinasi antara dua disiplin tersebut, pada tahun 2000 Faisal ditunjuk untuk menjadi anggota Tim Asistensi Ekonomi Presiden RI.

Di awal tahun 2001 ia memutuskan untuk keluar dari PAN namun tetap aktif di dunia politik. Ia kemudian mendirikan organisasi politik Pergerakan Indonesia (PI) and sejak Kongres I tahun 2004 hingga 2010 ia dipercaya menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional. Selanjutnya ia diamanahi untuk memegang jabatan Ketua Dewan Pertimbangan Nasional.

Bulan Oktober tahun 2011, Faisal membuat gebrakan: ia ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk pemilihan tahun 2012. Ia pun mengandeng Biem Benyamin, putra dari tokoh legendaris masyarakat Betawi Benyamin Sueb. Keduanya bersepakat untuk berjuang di jalur independen dan akan menolak jika ada partai politik yang menawarkan diri. Sayang, keduanya dikalahkan oleh pasangan Jokowi-Ahok.