Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng
Lahir-
ProfesiPimpinan Padepokan Dimas Kanjeng
Karier
  • Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng

Nama Dimas Kanjeng Taat Pribadi belakangan ini tengah menjadi sorotan media, tiba-tiba saja pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, berusia 46 tahun tersebut menyeruak ke publik.

Tokoh yang disebut-sebut mampu menggandakan uang itu, ditangkap Kepolisian Daerah Jawa Timur, bahkan penangkapan tokoh yang sempat memikat sejumlah tokoh nasional itu, juga didukung oleh ratusan personel Sabhara dari Polres Jember, Polres Madiun, Polres Sidoarjo, Polres Malang, Polres Bojonegoro, dan Polres Probolinggo.

Taat Pribadi merupakan orang terpandang di daerahnya, awalnya ia hanya berprofesi sebagai seorang petani di kampungnya. Ilmunya terkenal hingga seluruh penjuru negeri, bahkan dia dianugerahi gelar Sri Raja Prabu Rajasa Nagara oleh Asosiasi Kerajaan/Kesultanan Indonesia.

Sejak 2015 hingga 2016, setidaknya ada tiga laporan terkait Taat Pribadi ke Polda Jawa Timur atas dugaan penipuan. Pertama, dengan kerugian Rp 800 juta, kemudian Rp 900 juta, dan terakhir Rp 1,5 miliar.

Taat Pribadi mengaku mampu melipatgandakan uang dengan jumlah yang sangat fantastis mencapai miliaran rupiah. Tak hanya itu, kasus utama yang menjerat Taat Pribadi yakni dugaan pembunuhan terhadap dua mantan anak didiknya di padepokan.

Taat Pribadi dianggap sebagai otak pembunuhan terhadap dua santri untuk membungkam praktik penipuan yang dilakukannya. Salah satu mantan santrinya itu bernama Abdul Ghani. Dia pernah menjadi pengikut setia Taat Pribadi, termasuk berperan dalam proses penggandaan uang itu.