Connie Rahakundini Bakrie

Pengamat Militer Indonesia
Lahir: -
Karir
  • Pengamat Militer Indonesia

Connie Rahakundini Bakrie adalah seorang pengamat militer Indonesia. Ia dilahirkan di Bandung, 3 November 1964 dan dikenal karena analisis dan artikelnya tentang tantangan, kebutuhan dan masalah pembangunan postur dan kapabilitas militer Indonesia di era reformasi.

Connie pernah mewakili generasi ke-3 intelektual pertahanan keamanan di Indonesia dan memaparkannya dalam berbagai kesempatan seperti di Washington D.C, National Defense University (NDU), The East West Centre dan di GCSP (Geneve Centre for Security Policy) Genewa, Swiss.

Lulusan Asia Pacific Center for Security Studies (APCSS) Honolulu, Hawaii ini adalah senior research fellow di Institute of National Security Studies (INSS) Tel Aviv, Israel. Selain itu, ia juga tergabung dalam Chevening Executive Programme Democracy and Security, Birmingham University, Inggris.

Pada 25 September 2017, Connie menyayangkan manuver politik yang dilakukan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo terkait isu pembelian 5.000 pucuk senjata oleh institusi non-militer, serta ancaman penyerbuan ke Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri apabila institusi itu memiliki senjata tertentu yang memiliki kemampuan untuk menembak pesawat dan kapal

Penulis buku Pertahanan Negara dan Postur TNI Ideal ini mengatakan, jika Jenderal Gatot memang mengetahui rencana pembelian senjata secara ilegal itu, maka yang dilakukan adalah koordinasi dengan institusi terkait. Connie berkata, apalagi Panglima TNI mengaku mendapatkan informasi dari sumber A1, semestinya ia menghubungi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kepala BIN, Jenderal Polisi Budi Gunawan.

 

DarkLight