Bima Arya Sugiarto

Wali kota Bogor (2014-2019)
Lahir: Bogor, Jawa Barat, 17 Desember 1972
Karir
  • Dosen Fisip Universitas Parahyangan (1998-2001)
  • Dosen Universitas Paramadina (2001)
  • Ketua DPP PAN Bidang Politik dan Komunikasi
  • Wali kota Bogor (2014-2019)
Pendidikan
  • S1 Universitas Parahyangan, Bandung
  • S2 Monash University di Melbourne, Australia
  • S3 Australian National University di Canberra, Australia

Dr. Bima Arya Sugiarto adalah seorang politisi Indonesia. Bima adalah Wali kota Bogor periode 2014-2019.


Bima lahir di Bogor pada 17 Desember 1972. Bima merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Dia merupakan putra dari Toni Sugiarto, seorang pewira polisi.


Bima menamatkan pendidikan SD di SDN Polisi IV, SMP di SMPN 1 Bogor, SMA di SMAN 1 Bogor. Selanjutnya Bima lulus kuliah di Universitas Parahyangan dengan gelar sarjana Hubungan Internasional. Bima lalu melanjutkan studinya di Monash University di Melbourne, Australia; dan Australian National University di Canberra, Australia.


Saat ini Bima Arya Sugiarto aktif mengajar di Universitas Paramadina, memimpin the Lead Institute, sebuah pusat studi di bawah naungan Universitas Paramadina.


Bima kemudian menjadi salah satu deklarator berdirinya PAN pada tahun 1998 dan menjabat sebagai Sekretaris DPD PAN Kota Bandung pada tahun 1998-2000. Saat ini Bima menjabat sebagai Ketua DPP Bidang Politik dan Komunikasi.


Pengalaman organisasi dan kepemimpinannya membuat anak dari Brigjen Polisi Drs. Toni Sugiarto ini sering diminta menjadi konsultan di berbagai lembaga internasional. Dia juga kerap dipanggil sebagai pembicara di berbagai forum mengenai isu-isu kebangsaan, kepemudaan dan kepemimpinan.

Bima juga mengaku bahwa dirinya memiliki kedekatan dengan sosok Bung Karno. Kedekatan tersebut berasal dari historis keluarganya. Ibunya, Melinda Susilarini, diberi nama oleh Bung Karno, karena kakek Bima, Barna Mohammad, adalah kepala rumah tangga istana Cipanas saat itu.

Sentimen Terkini
History Sentimen
Positive
Neutral
Negative
Februari 2021
Data diambil dari 500 top media online dan 714 sentiment publik
63%
12%
25%
Januari 2021
Data diambil dari 500 top media online dan 175 sentiment publik
66%
2%
32%
DarkLight