Benedict Richard O'Gorman Anderson

Lahir Kunming, 26 Agustus 1936
Profesi
Karier
  • Profesor Universitas Cornell (1967-2002)
Pendidikan
  • Doktor kajian pemerintahan Universitas Cornell (1957-1967)
  • Sarjana Muda kajian Klasik di Universitas Cambridge (1953-1956)

Ben Anderson dikenal sebagai Indonesianis, Sejarawan dan intelektual kiri kelas dunia. Karya-karya Ben banyak menjadi acuan dalam studi sejarah di Indonesia. Imagined Communities, yang menkritisi konsep kebangsaan, adalah karyanya yang mendunia dan membuatnya terkenal. Namun,di Indonesia, karyanya yang paling ditakuti pemerintah Orde Baru adalah A Preliminary Analysis of the October 1,1965, Coup in Indonesia. Di mana Ben bersama Ruth McVey dan Fredrick Bunnel, berpendapat kudeta 30 September 1965 adalah konflik internal Angkatan Darat. Bukan ulah PKI sebagai otak dan pelaku. Karenanya, selama lebih dari 20 tahun, Ben tak diperbolehkan masuk ke Indonesia. Meski tak bisa masuk ke Indonesia, Ben tetap mengikuti perkembangan Indonesia. Jelang pensiun dari Cornell dia bisa masuk lagi ke Indonesia.

Sejak muda, Ben menekuni kajian soal Indonesia dan Asia Tenggara dibawah bimbingan George McTurnan Kahin. Ben pertama kali ke Indonesia tahun 1961. Ben pernah tinggal sekitar dua tahun di Indonesia sebelum 1965. Ketika muda itulah dia mengunjungi banyak situs sejarah maupun tempat wisata unik di Indonesia. Selama tinggal di Indonesia itu, Ben mengumpulkan bahan riset untuk disertasinya Java in a Time of Revolution, yang belakangan diterjemahkan menjadi Revolusi Pemoeda. Setelah 1967 dia aktif sebagai Profesor di Cornell sambil terus melakukan riset. Ben adalah profesor ahli Indonesia yang mengajar di Universitas Cornell. Murid-muridnya yang terkenal adalah Rudolf Mrazek, Barbara Silars Harvey, Daniel Dhakidae, Burhan Magenda, PM Laksono.   

Ben adalah keturunan Inggris Irlandia. Keluarganya adalah keluarga Katolik. Kakeknya seorang Mayor Jenderal dalam militer Inggris. Sementara ayahnnya adalah pejabat bea cukai Inggris di Cina. Meski pemegang Greencard di Amerika, nyatanya Ben mempertahankan kebangsaan Irlandia-nya. Ben sempat belajar di SMA elit kelas atas, Eton, di Inggris sebelum kuliah di Cambridge. Sedari kecil, Ben alergi pada feodalisme dan ketidakadilan, yang membuatnya belakangan terkesan Marxis. Bersama adiknya Perry Anderson dan Tariq Ali, dia mendirikan penerbitan Verso dan jurnal New Left Review. Di masa tuanya, Ben banyak menghabiskan waktu di Freeville, Ithaca di musim panas, di musim dingin dia tinggal di Bangkok. Setidaknya, setahun sekali dia akan ke Filipina atau ke Indonesia.