Andreas Harsono

LahirJember, Jawa Timur, Indonesia, 7 Agustus 1965
Profesi
Karier
  • Penulis -

Andreas Harsono adalah seorang penulis yang bergelut di dua bidang. Ia dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia sekaligus penulis dan pegiat jurnalisme sastrawi.

Ketika berselancar di blog pribadinya: AndreasHarsono.net. Maka kita akan menemukan tulisan-tulisannya yang berbicara tentang Papua, konflik Madura-Dayak di Sambas, kekerasan terhadap Ahmadiyah, perebutan sumber daya air, dan sebagainya.

Dia tak segan-segan meliput dan menulis tema-tema yang sangat sensitif dan beresiko tinggi dengan dukungan data lapangan yang dikumpulkan secara serius.

Andreas Harsono pernah bekerja sebagai reporter Jakarta Post, ia adalah salah satu pelopor penulisan jurnalisme sastrawi yang didapatkannya saat mendapatkan beasiswa Nieman Fellowship on Journalism di Harvard University pada tahun 1999 yang lalu. Jurnalisme sastrawi adalah sebuah model penulisan reportase yang mengedepankan fakta tetapi ditulis dengan gaya “sastra”.

Bersama Prof Janet Steele dan koleganya di Yayasan Pantau, Andreas Harsono mengembangkan pelatihan jurnalisme sastrawi. Pelatihan yang hingga kini sudah diikuti sekitar 1500 orang itu menggunakan silabus yang berpijak pada “Sepuluh Elemen Jurnalisme” karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel.

Andreas Harsono juga ikut menandatangani petisi Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Bersama Jamila Trindle, seorang wartawan televisi Philadelphia, dia disponsori oleh International Center for Journalists guna meliput kaum Ahmadiyah di Pulau Lombok.