Anang Hermansyah

LahirJember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Indonesia, 18 Maret 1969
Profesi
Karier
  • Musisi Indonesia
  • Anggota DPR RI (2014-2019)

Anang Hermansyah, musisi yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya ini kini aktif pula menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Amanat Nasional. Ia resmi masuk Senayan sejak 2 Oktober 2014.

Pria kelahiran Jember, Jawa Timur, 18 Maret 1969 ini menikah dengan Ashanty dan menikah pada tanggal 12 Mei 2012. Sampai saat ini, Anang telah dikaruniai 3 anak. Yaitu Titania Aurelie Hermansyah, Azriel Akbar Hermansyah, dan Arsy Addara Musicia Nurhermansyah.

Anang sempat melontarkan keprihatinanya mengenai nasib industri musik di Indonesia.
"Aku bagian dari industri musik yang membutuhkan hal-hal karena industri musik indonesia di dera masalah cukup akut,” ucap Anang di hadapan wartawan infotainment, Waswas, SCTV, Senin, 1 Juli 2013.

Rasa prihatin ini diakuinya sebagai alasan maju dalam pemilihan umum legislatif tahun 2014. Anang Hermansyah maju sebagai calon anggota legislatif DPR dapil Jawa Timur IV dari Partai Amanat Nasional. Langkah pertamanya di dunia politik ternyata disambut positif oleh pemilh. Ia lolos masuk ke Senayan dan menjadi anggota DPR periode 2014-2019 berkat memperoleh suara sebanyak 53.559 suara. Dengan suara sebanyak itu, maka Anang Hermansyah pun dilantik sebagai anggota parlemen dan dikirim masuk ke Komisi X.

Anang didera kontroversi sebelum pencalonan dirinya. Penyebabnya adalah Anang melontarkan pendapatnya ketika rapat kader PAN. Pertemuan itu dilakukan di Pendopo Kota Tegal, tanggal 7 Desember 2014. Anang Hermansyah, hadir dalam pertemuan dan melontarkan gagasan agar pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) juga bisa memperoleh subsidi bahan bakar minyak BBM.

Usulan itu mendapatkan pertentangan di kalangan masyarakat terutama para pemerati lingkungan sosial. Joshua Igho, seorang pemerhati sosial sekaligus seniman itu berkata bahwa kartu BPJS berbeda dengan kartu subsidi. Menurutnya, semua warga negara Indonesia, baik kaya atau miskin, bisa memperoleh kartu BPJS sesuai dengan kemampuannya membayar premi.

Anang Hermansyah mengusulkan agar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memasukan kurikulum mengenai HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dalam pendidikan sekolah. Usulan ini menyusul peristiwa meninggal Pak Raden. Tokoh sentra di Si Unyil. Kematian Pak Raden membuka kenyaaan berapa royalti yang didapat salah seorang pemeran dalam Si Unyil itu. Jumlah royalti sempat menuai protes dari berbagai pihak karena mereka melihat Pak Raden hidup dalam kesulitan ekonomi.

Anang Hermansyah melontarkan pendapatnya dengan mengatakan, seharusnya Menteri Baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memiliki pemikiran dan tindakan kreatif dan inovatif menyusul meninggalnya Pak Raden. “Pembelajaran sejak dini tentang HAKI di sekolah-sekolah itu amat penting," kata Anang Hermansyah pada merahputih.com, Senin, 2 November 2015.

Ia menegaskan, membuat kurikulum mengenai HAKI perlu dilakukan supaya pelanggaran mengenai karya cipta di Indonesia dapat dihapuskan dan pembelajaran dini di sekolah juga menjadi salah satu langkah penyadaran kepada masyarakat arti penting memahami dan menghargai karya cipta secara lebih masif.