Ahmad Heryawan

Gubenur Gubernur Jawa Barat (2013 - 2018)
LahirSukabumi, Jawa Barat, Indonesia, 19 Juni 1966
ProfesiGubenur Gubernur Jawa Barat (2013 - 2018)
Karier
  • Dosen Lembaga Dakwah Islam Al Hikmah
  • Dosen Universitas Ibnu Khaldun
  • Dosen Tidak Tetap FE Extention UI
  • Ketua Fraksi PK DPRD DKI (1999-2004)
  • Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta (2004-2009)
  • Gubenur Gubernur Jawa Barat (2013-2018)
Pendidikan
  • SD Negeri Salaawai 1
  • SMP Negeri Sukaraja
  • SMA Negeri 3, Sukabumi
  • Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA)

Ahmad Heryawan lahir pada 19 Juni 1966 di Sukabumi, Jawa Barat. Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta 2004-2009 ini saat memimpin Jawa Barat membawa misi menciptakan masyarakat berilmu pengetahuan kuat agar dapat melahirkan dunia dengan wajah baru. Wakilnya adalah mantan artis peran Dede Yusuf. Kang Ia merupakan politikus yang bernaung di bawah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Demi mewujudkan cita-citanya, Kang Aher meningkatkan prioritas pada program-program pendidikan, seperti membuat biaya pendidikan menjadi lebih murah dan membuka lapangan kerja lebih luas.


Untuk mendukung peningkatan kecerdasan masyarakat, Kang Aher berpikir bahwa kesehatan juga merupakan faktor penting. Oleh karena itu ia meningkatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan masyarakat di Jawa Barat dari kota hingga pelosok desa. Kang Aher juga mati-matian berusaha melakukan perbaikan ekonomi masyarakat dan melakukan pembenahan infrastruktur di berbagai wilayah di Jawa Barat.


Sebagai seorang politikus, Kang Aher pastilah memiliki pengalaman aktif di berbagai organisasi politik. Sejak dari kuliah, Kang Aher sudah menjadi bagian dari Ma’had Al Hikmah, Dirosah Isla Miyyah Al Hikmah di Universitas Ibnu Khaldun Bogor sebagai pendakwah. Kang Aher adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta. Selama masih jadi mahasiswa ia aktif pula di sebuah Pusat Studi Islam Al Manar. Kang Aher, sembari memimpin pengurusan Jawa Barat ia merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Umat Islam (PUI). Ia resmi jadi ketua umum persatuan itu sejak tahun 2004.

 
Kepemimpinan Kang Aher di Jawa Barat diakui oleh beberapa pihak. Peraih sejumlah 75 penghargaan ini menjadi sosok yang cukup berpengaruh, terutama karena popularitasnya sebagai tokoh pembawa perubahan pada wajah Jawa Barat secara umum. Penobatan terjadi pada tahun 2011 oleh sebuah media cetak berskala nasional. Penghargaan yang pernah diraih Kang Aher antara lain dari Enterpreneurship Development (2011), Anu Bhawa Sasana Desa (2011), Penghargaan Pendidikan Inklusif (2011), memperoleh Adiupaya Puritama bidang Penyelenggara Perumahan dan Kawasan Permukiman (2011), Ganesa Prajamanggala Bakti Adi Utama (2011), Satya Lencana Kebaktian Sosial (2011), Anugerah Parahita Ekapraya (APE), Pratama (2011), Transmigrasi Award (2011), dan lain sebagainya.

 
Untuk membangun citra, nampaknya Ahmad Heryawan sempat memanfaatkan penobatan yang diraihnya. Sebelum pemilu 2014, Ahmad Heryawan nampak sudah melakukan gerilya pendekatan dengan masyarakat Bandung. Terlihat mulai dari tahun 2012, Ahmad Heryawan sudah melakukan sosialisasi ketokohan dirinya melalu berbagai media termasuk selebaran. Promosi pencitraan ini tersebar di beberapa sudut jalan di Kota Bandung. Menurutnya tindakan ini bukanlah pamer, ia mengatakan tindakan ini terkesan “show-off”. Lagi pula, kata Kang Aher, memanfaatkan kedudukannya sebagai seorang pejabat daerah merupakan tindakan wajar untuk tetap mengikat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

 
Tahun 2014, ketika pemilihan umum dilaksanakan lagi untuk memilih pejabat daerah dan presiden secara langsung, Kang Aher maju mencalonkan diri berdampingan dengan Dedi Mizwar sebagai calon wakil gubernur periode selanjutnya bila terpilih. Akan tetapi, pasangan ini harus bersaing dengan pasangan lain. Ia mencalonkan diri tetap berpayung pada Partai Keadilan Sejahtera.


Tak salah bila Kang Aher memanfaatkan popularitasnya dalam berkampanye. Sebab penghargaan yang diterimanya bukanlah bualan semata, menurut data media nasional Republika Online Ahmad Heryawan pada tahun 2008 menerima empat penghargaan, tahun 2009 menerima sepuluh penghargaan, tahun 2010 menerima tiga belas penghargaan, tahun 2011 menerima 31 penghargaan dan terakhir data sampai 18 Desember 2012, Ahmad Heryawan menerima 33 buah penghargaan. Penghargaan-penghargaan yang diterimanya antara lain dari bidang pembangunan infrastruktur dan lingkungan Hhdup, bidang pembangunan sosial budaya, bidang pembangunan perekonomian, dan bidang pemerintahan. Pada bidang pembangunan infrastuktur dan lingkungan hidup, Kang Aher mengantongi sejumlah tiga belas buah penghargaan. Di bidang pembangunan sosbud, Kang Aher menyimpan sebanyak dua puluh tiga buah penghargaan. Di bidang pembangunan perekonomian, Kang Aher mengoleksi sejumlah dua puluh dua penghargaan, dan sebanyak 33 buah penghargaan diperolehnya dari bidang pemerintahan.


Sebagai pribadi yang dikenal berprestasi ternyata Kang Aher tak bisa lepas dari jeratan hukum. Tahun 2015, tepatnya tangga 15 Mei, masyarakat Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Ditipikor) Badan Reserse Kriminal Polri disibukkan dengan kasus korupsi yang melibatkan Kang Aher. Pada hari Jumat di tanggal yang sama, penyidik menjadwalkan pemeriksaan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher). Penyidik mengundang Aher di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Gedebage, Bandung.


"Gubernur Jawa Barat diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi Stadion Gedebage, Bandung," terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Agus Rianto. Pemeriksaan yang mereka lakukan adalah sebuah upaya pengembangan atas keterangan saksi yang sudah diperiksa secara terpisah sebelumnya. Ada sebelas saksi yang telah dimintai keterangan sebelum undangan terhadap Aher dialamatkan.


Aher diminta datang untuk melengkapi kesaksian terkati proses pembangunan stadion tersebut. Dalam sejumlah tindakan penyelidikan yang diperlukan, penyidik menemukan struktur bangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api tersebut memiliki kejanggalan. Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso menyebutkan ada bukti-bukti yang menunjukkan struktur bangunan yang terlihat saat ini tak sesuai dengan spesifikasi yang dikehendaki sebelumnya. Kecurigaan ini menguatkan pendapat bahwa ada pengurangan biaya selama pembangunan berlangsung.


Ahmad Heryawan mengawali karir sebagai Dosen Lembaga Dakwah Islam Al Hikmah, Dosen Universitas Ibnu Khaldun, Dosen tidak tetap di Fakultas Ekonomi Extention Universitas Indonesia, dan menjadi Ketua Fraksi PK DPRD DKI 1999-2004.

 
Saat ini, Ahmad Heryawan masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat didampingi oleh pasangannya Deddy Mizwar setelah berhasil memenangkan hati masyarakat dalam pemilihan umum Gubernur Jawa Barat tahun 2013 lalu. Ia akan menjabat sampai tahun 2018 nanti.

 
Dalam Pemilu Presiden 2014 lalu bahkan ada klaim yang mengatakan kalau Ahmad Heryawan dielu-elukan oleh warga Jawa Barat. Mereka mendukung gubernur yang baru terpilih kembali untuk maju menjadi calon presiden Republik Indonesia pada pemilu 2014. Wakil gubernur yang sedang emenjabat Deddy Mizwar pun konon mengajukan namanya kepada Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera untuk mengusung Ahmad Heryawan sebagai calon presiden utusan partai.

 
Ketika pemilihan umum tengah berlangsung dan memperlihatkan perolehan suara rakyat berat pada Jokowi, PDIP pernah menyebut akan meminta Ahmad Heryawan menjadi calon wakil presiden mendampingi calon presiden usungan partai tersebut. Sayangnya, PKS justru menyatakan berkoalisi dengan Partai Gerindra, di mana Prabowo Subianto diusung sebagai calon presiden dan Hatta Rajasa menjadi calon wakil presiden. Meskipun tidak diusung menjadi calon presiden ataupun calon wakil presiden oleh partai koalisi tersebut, Ahmad Heryawan menyatakan mendukung penuh pasangan capres dan cawapres usungan partai koalisi di babak terakhir pemilihan presiden 2014. Pernyataan dukungan ini dibuktikan dengan menjadi salah satu tim sukses pasangan tersebut.