Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni

Lahir-
Profesi
Karier
  • Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta 2017 Nomor Urut 1

Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni merupakan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 1. Pada 23 September 2016, koalisi Cikeas mengusung pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Meski keduanya terbilang pendatang baru dalam konstelasi politik, Agus-Sylviana dianggap memiliki kapasitas menjalankan roda pemerintahan di Jakarta.

Pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni menjadi pasangan yang pertama datang ke tempat pengumuman pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Acara tersebut berlangsung di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (24/10/2016).

Partai Pendukung
Kedua pasangan ini didukung oleh Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN dalam Pilgub DKI 2017. Keputusan itu diumumkan Jumat dini hari (23/09/2016) di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor setelah rapat marathon sejak Rabu lalu yang dihadiri oleh para ketua Umum dan petinggi keempat partai.

Dalam rilis media Partai Demokrat, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni dipilih karena dianggap ideal menjawab kebutuhan masyarakat.

Latar Belakang Calon
Letkol Inf. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., MPA., M.A. lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 10 Agustus 1978 merupakan anak pertama dari mantan presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono & Kristiani Herawati.

Agus menikahi Annisa Larasati Pohan pada Juli 2005. Ayah dari Almira Tungga Dewi Yudhoyono ini berhasil menyelesaikan pendidikan SMA-nya pada tahun 1997 di Taruna Nusantara & Akademi Militer pada tahun 2000. Dan Agus kemudian mengambil gelar Master di bidang Strategic Studies di Institute of Defence and Strategic Studies, Nanyang Technological University (NTU), Singapura pada tahun 2006. Dan pada Mei 2010, ia berhasil meraih gelar Master of Public Administration pada John F. Kennedy School of Government, Harvard University, Massachusetts AS.

Karir di militer, Agus pernah menjadi Wadan Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha, Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis, Kepala Operasi Infanteri 17 Brigade Airbone Kostrad TNI AD.

Sementara Dr. Hj. Sylviana Murni ,SH,M.Si, merupakan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata. Ia merupakan satu dari dua wanita yang kini menduduki karir birokrasi tertinggi di lingkungan Pengprov DKI Jakarta, pejabat ring satu di sekitar Gubernur Ibukota.

Ia pernah menduduki beberapa jabatan srategis dan bahkan kerap menjadi wanita pertama yang mengisi jabatan tersebut, termasuk menjabat Plt Kepala Satpol PP yang biasanya diisi kaum adam, pada 2013 saat Gubernurnya Jokowi.

Wanita yang tegas, lugas dan disipin yang diajarkan orang tuanya sejak kecil, memang menjadi kunci keberhaslan Sylvy. Setelah menduduki Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI, nama Silvy makin melambung setelah menjadi wanita pertama yang menjadi Walikota di Ibukota. Ia dipercaya memimpin Jakarta Pusat pada 21 April 2008 hingga periode 2013 di masa Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Menyandang nama dan gelar Dr. Hj. Sylviana Murni ,SH,M.Si, Sylvy sukses menembus  puncak karir birokrasi saat Jokowi melantiknya sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata pada 20 September 2013. Posisi penting dalam arah kebijakan dan perjalanan pemerintahan Ibukota. Sang Deputi Cantik ini pernah menjadi anggota DPRD dari Golkar pada 1997-1999 sebelum kembali posisi lama di PNS.

Program Unggulan

Pada Pilgub DKI Jakarta 2017, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mengajurkan program unggulan antara lain :

  • Kesejahteraan Sosial

Bantuan kepada kaum miskin dan kurang mampu yang meliputi bantuan langsung untuk tingkatkan daya beli rakyat, bantuan  langsung untuk balita dan lansia dan penguatan jaring pengaman sosial yang lain.
Pengurangan pengangguran dan penciptaan lapangan kerja, yang meliputi pelatihan kerja dan kewirausahaan, bantuan dana bergulir, pengembangan koperasi dan UMKM dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

  • Pendidikan

Peningkatan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru hal ini melingkupi peningkatan besaran KJP (Kartu Jakarta Pintar)
Peningkatan beasiswa miskin, peningkatan beasiswa prestasi dan bantuan pendidikan sekolah negeri, swasta serta Madrasah dan agama lainnya
Peningkatan kesejahteraan guru-gurunya serta
Mendirikan SMA Unggulan (Boarding School) gratis untuk siswa keluarga miskin.

  • Kesehatan

Peningkatan Kesehatan yang meliputi peningkatan besaran KJS (Kartu Jakarta Sehat), pembebasan iuran BPJS layanan kategori kelas 3

Penambahan puskesmas & posyandu, termasuk fasilitas rawat inap di puskesmas.

  • Ekonomi

Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, Investasi dan Stabilisasi Harga
Menjadikan Jakarta Sebagai Kota Pintar, Kreatif dan Ramah Lingkungan ("Smart, Creative and Green City")
Penurunan angka kemiskinan dari 3,75 persen menjadi 2,75 persen dalam lima tahun mendatang. Di sisi lain, lebarnya kesenjangan juga akan dipersempit. Indikator kesenjangan akan turun dari 0,41 persen menjadi 0,35 persen dalam lima tahun mendatang.