Abdul Kahar Muzakkar

LahirLuwu, Sulawesi Selatan, Indonesia, 24 Maret 1920
Profesi
Karier
  • Tokoh Perjuangan Indonesia

Abdul Kahar Muzakkar adalah seorang tokoh perjuangan yang berasal dari kabupaten Luwu, sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan. Kahar Muzakkar merupakan pendiri Tentara Islam Indonesia di Sulawesi dan juga seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang terakhir berpangkat Letnan Kolonel atau Overste pada masa itu.

Kahar dinyatakan sebagai seorang pembangkang karena tidak mendukung dan menyetujui kebijaksanaan pemerintahan presiden Soekarno pada masa itu, sehingga balik menentang pemerintah pusat dengan mengangkat senjata.

Di masa muda, Kahar Muzakkar dibuang ke Jawa lantaran melawan adat setempat. Revolusi menjadikannya seorang letnan kolonel.

Kahar menimba ilmu di Standarschool milik Muhammadiyah dan lulus pada 1935. Setelah itu ia lanjut ke Muallimin Solo, sekolah guru milik Muhammadiyah. Di Muhammadiyah, ia aktif di Hizbul Wathan (HW). Ketika sudah mengajar di Palopo, Sulawesi Selatan, ia memimpin Pasukan HW di sana.

Pada awal tahun 1950-an, dia memimpin para bekas gerilyawan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dan mendirikan TII (Tentara Islam Indonesia), yang kemudian bergabung dengan Darul Islam (DI), dan di kemudian hari dikenal dengan nama DI/TII di Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Pada tanggal 3 Februari 1960, melalui Operasi Tumpas, dia dinyatakan tertembak mati dalam pertempuran antara pasukan TNI dari satuan Siliwangi 330 dan anggota pengawal Kahar Muzakkar di Lasolo.

Namun makammnya tidak pernah diberitakan, dan mengakibatkan bekas pengikutnya mempertanyakan kebenaran berita kejadiannya. Menurut kisah, jenazahnya dikuburkan di Kilometer 1 jalan raya Kendari, Sulawesi Tenggara.