tirto.id - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya memastikan peristiwa ledakan maut yang mengguncang Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, bukan disebabkan oleh bom maupun bahan peledak. Tim Jihandak Satbrimob kini telah mengamankan lokasi, sementara penyidik masih mendalami dugaan penyebab lain seperti kebocoran gas.
"Terkait tentang ledakan, kita yakini bahwa hasil dari tim Jihandak Satbrimob Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada bom, bukan bom dan bukan bahan peledak," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (20/10/2026) dikutip dari ANTARA.
Budi menjelaskan, hingga saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium forensik untuk memastikan sumber pasti dari ledakan tersebut.
"Saat ini kita masih menunggu hasil laboratorium forensik tentang gas. Apakah itu gas LPG ataupun gas etilen yang menyebabkan terjadinya ledakan ataupun kebakaran," ujarnya.
Ia menegaskan, fokus utama pihak kepolisian saat ini adalah penanganan dan pemulihan para korban luka akibat insiden tersebut.
Di samping penanganan korban, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya juga tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti ledakan.
"Ini masih dilakukan penyelidikan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya apakah ada unsur kesengajaan ataupun kelalaian. Ini pasti akan kami sampaikan kembali," ucapnya.
Polda Metro Jaya menunggu hasil Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri terkait ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, yang mengakibatkan korban jiwa pada Rabu (14/10/2026).
"Masih menunggu hasil Puslabfor. Nanti, akan disampaikan hasil yang scientific," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan data sementara, tercatat 13 korban yang terdiri atas 11 korban luka dan dua korban meninggal dunia.
Dari jumlah tersebut, lima korban dirawat di RS Sari Asih, lima korban di RSUD Tangerang Selatan, dan tiga lainnya di RS Fatmawati. Sementara itu, dari 11 korban luka, empat di antaranya mengalami luka berat dan tujuh lainnya luka ringan.
Masuk tirto.id

































