Menuju konten utama

Kunker Gibran ke Sulbar Dinilai Bikin Pembangunan Tepat Sasaran

Gibran meninjau fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, pelaksanaan program bedah rumah, hingga berdialog dengan masyarakat.

Kunker Gibran ke Sulbar Dinilai Bikin Pembangunan Tepat Sasaran
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berdialog dengan petani sentra kakao di Tambi, Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2027). ANTARA FOTO/Akbar Tado/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pengamat Kebijakan Publik, M. Kafrawy Saenong, menilai kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Sulawesi Barat merupakan langkah penting untuk memastikan pembangunan dan program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran langsung pemimpin negara di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam memahami kondisi daerah, terutama wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dan pelayanan dasar.

“Langkah ini seharusnya dilakukan para pemimpin untuk turun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Sehingga bukan hanya data-data yang dilihat, tetapi dapat melihat langsung kondisi masyarakat dan wilayah Indonesia,” kata Kafrawy, dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Hal tersebut disampaikan Kafrawy menanggapi rangkaian kunjungan kerja Wapres Gibran di Kabupaten Mamasa dan Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gibran meninjau fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, pelaksanaan program bedah rumah, hingga berdialog dengan masyarakat dan petani kakao.

Kafrawy berpandangan, kunjungan langsung ke daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses diperlukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, dapat berjalan dengan baik.

Ia menilai perjalanan pejabat negara ke daerah tertinggal dan wilayah pelosok perlu terus dilakukan selama kondisi keamanan memungkinkan.

“Jangan sampai ada wilayah Indonesia belum pernah didatangi oleh pemimpin negara sendiri,” katanya.

Kafrawy menekankan pentingnya kunjungan kerja sebagai bagian dari evaluasi pembangunan daerah. Menurutnya, apabila aktivitas pemerintahan hanya terpusat di ibu kota, pengawasan terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerah berpotensi tidak berjalan optimal.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak cukup hanya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas fisik. Pemerintah perlu memastikan adanya tindak lanjut, pemeliharaan, dan pemanfaatan hasil pembangunan agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kunjungan kerja ini juga hendak memastikan apa yang selanjutnya pemerintah akan lakukan untuk memajukan masyarakat,” ujarnya.

Kafrawy menegaskan pentingnya keberlanjutan program pembangunan agar hasilnya dapat dimanfaatkan masyarakat secara positif.

“Bukan hanya sekadar pintar membangun lantas meninggalkan tanpa pemeliharaan, pendayagunaan dan pemanfaatan yang positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait GIBRAN

tirto.id - Sosial Budaya
Sumber: Antara
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama