Menuju konten utama

KTT D-8 Ditunda Tahun Depan karena Situasi Timur Tengah Memanas

Pemerintah tengah mematangkan sejumlah opsi tanggal pelaksanaan sebelum diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

KTT D-8 Ditunda Tahun Depan karena Situasi Timur Tengah Memanas
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Indonesia menunda penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 ke tahun depan menyusul dinamika situasi keamanan di Timur Tengah dan sejumlah pertimbangan kawasan lainnya.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa memang pelaksanaan KTT yang semula direncanakan pada awal tahun ini, yaitu di bulan April, masih tertunda hingga waktu yang akan ditentukan kemudian. Karena, kami masih mempertimbangkan juga dinamika di Timur Tengah dan juga berbagai faktor yang tentu perlu kami take into consideration," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Mulachela, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Kendati mengalami pergeseran jadwal dari rencana awal, Nabyl menegaskan komitmen Indonesia sebagai ketua untuk tetap menggelar pertemuan puncak para pemimpin negara berkembang tersebut pada tahun depan guna menjamin partisipasi tingkat tinggi.

"Meski demikian, Indonesia berkomitmen untuk menyelenggarakan ini di tahun depan dan tentu ini diputuskan dengan konsultasi dengan seluruh anggota dan juga dengan sekretariat untuk memastikan kehadiran yang tinggi nantinya," jelas Nabyl.

Saat ini, pemerintah tengah mematangkan sejumlah opsi tanggal pelaksanaan sebelum diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan dikomunikasikan ke negara-negara anggota.

"Dalam hal ini, kami masih memfinalisasi opsi jadwal tersebut untuk secara internal. Dengan disetujui nantinya oleh Bapak Presiden untuk dilakukan juga koordinasi dengan kementerian dan lembaga di Indonesia sebelum nanti akan diedarkan ke negara-negara anggota dan juga Sekretariat untuk ditentukan pelaksanaannya," tuturnya.

Meski KTT, Nabyl menekankan bahwa agenda kerja sama dan keketuaan Indonesia dalam kerangka D-8 tetap berjalan aktif melalui berbagai program strategis sepanjang tahun.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa telah terlaksana sepanjang tahun ini beberapa kegiatan yang merupakan pendahuluan dari KTT tersebut, antara lain yaitu adanya D-8 Preliminary Discussion, D-8 Youth Dialogue di Surabaya pada bulan Juni, kemudian juga ada Halal Expo pada bulan Juli, dan Business Forum yang dilaksanakan di Tangerang pada awal bulan Oktober ini," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait POLITIK INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi