Menuju konten utama

Kronologi Kasus Russell Brand hingga Akhirnya Diputus Bersalah

Russel Brand dinyatakan bersalah atas berbagai kasus kekerasan seksual dengan memanfaatkan popularitasnya. Vonis akan dijatuhkan Senin (9/11/2026).

Kronologi Kasus Russell Brand hingga Akhirnya Diputus Bersalah
Russell Brand. FOTO/commons.wikimedia.org/Gage Skidmore
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Komedian dan aktor asal Inggris, Russell Brand, dinyatakan bersalah atas kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap empat perempuan dalam persidangan di Southwark Crown Court, London, pada Kamis (5/11/2026). Putusan tersebut mengakhiri persidangan selama empat pekan yang mengungkap dugaan tindak kekerasan seksual yang dilakukan Brand ketika kariernya tengah menanjak sebagai komedian, presenter televisi dan radio hingga bintang film Hollywood.

Juri menyatakan Brand bersalah atas satu dakwaan pemerkosaan dan tiga dakwaan penyerangan seksual yang terjadi pada 2004 hingga 2009. Namun, ia dibebaskan dari dua dakwaan pemerkosaan lainnya dan satu dakwaan percobaan penyerangan tidak senonoh.

"Bukti-bukti menunjukkan bahwa Brand adalah seorang predator seksual yang penuh perhitungan. Ia memanfaatkan ketenaran dan kekuasaannya yang terus meningkat untuk menciptakan situasi di mana ia bisa mengejar perempuan secara seksual, tanpa memedulikan keinginan mereka," ujar jaksa senior David Roberts di luar pengadilan seperti dilaporkan Reuters (5/11/2026).

Brand, yang pernah menikah dengan penyanyi Katy Perry, membantah seluruh tuduhan dan mengeklaim hubungan seksual yang dipersoalkan berlangsung atas dasar suka sama suka.

Meski demikian, hakim menolak permohonan jaminannya dan menjadwalkan pembacaan vonis pada Senin (9/11/2026). Ia terancam hukuman penjara dalam waktu yang cukup lama.

Kronologi Kasus Russell Brand hingga Diputus Bersalah

Pada September 2023, kasus Brand mulai mendapat perhatian luas setelah program dokumenter Dispatches dari Channel 4 dan laporan surat kabar The Times mengungkap tuduhan dari sejumlah perempuan.

Dalam laporan tersebut, lima perempuan menyampaikan dugaan pemerkosaan, penyerangan seksual, serta perilaku mengendalikan dan kekerasan emosional yang mereka alami.

Pengungkapan itu mendorong Kepolisian Metropolitan London memulai penyelidikan. Sejumlah perempuan yang memberikan kesaksian dalam laporan media tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian pengaduan yang ditangani polisi.

Tuduhan muncul ketika Brand sudah tidak lagi menjadi figur utama di televisi dan film. Ia justru membangun popularitas baru melalui media sosial dan kanal digital dengan membahas politik, teori konspirasi, agama, serta berbagai isu sosial.

Brand membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menyebut dirinya menjadi sasaran serangan media arus utama karena pandangan-pandangan yang disampaikannya. Ia juga mengatakan telah meninggalkan perilaku seksualnya pada masa lalu dan menemukan kehidupan baru melalui agama Kristen.

Pada April 2024, Brand dibaptis di Sungai Thames oleh presenter televisi Bear Grylls. Dalam beberapa penampilan di pengadilan, ia terlihat membawa Alkitab yang dipenuhi penanda halaman.

Penyelidikan Polisi dan Proses Persidangan

Penyelidikan terhadap Brand berlangsung sekitar tiga tahun sejak September 2023. Polisi mengumpulkan keterangan dari sejumlah perempuan dan bukti, terkait dugaan tindak pidana seksual yang disebut terjadi selama Brand membangun karier di dunia hiburan.

Sebelum persidangan, Brand sempat pindah bersama istri dan anak-anaknya ke Florida, Amerika Serikat. Ia mengaku merasa diserang oleh sistem peradilan dan media Inggris. Namun, ia kemudian kembali ke Inggris untuk menghadapi proses hukum.

Persidangan berlangsung selama empat pekan di Southwark Crown Court, London. Enam perempuan memberikan kesaksian mengenai pengalaman mereka dengan Brand. Identitas para perempuan tersebut dilindungi dan mereka berhak memperoleh anonimitas seumur hidup.

Para saksi menggambarkan perubahan sikap Brand yang mendadak ketika berada dalam situasi pribadi bersama mereka. Salah satu perempuan mengatakan Brand meraba payudaranya kurang dari satu menit setelah mereka bertemu di sebuah pesta di bar.

Saksi lainnya mengaku awalnya datang ke rumah Brand untuk melakukan hubungan seksual atas dasar persetujuan. Namun, menurut kesaksiannya, Brand kemudian melepas kondom dan melakukan pemerkosaan secara anal. Setelah kejadian tersebut, perempuan itu mengatakan Brand memintanya membersihkan seprai yang berlumuran darah.

Para perempuan tersebut tidak saling mengenal. Mereka baru melaporkan pengalaman masing-masing setelah munculnya dokumenter dan pemberitaan pada 2023 yang mengungkap tuduhan dari perempuan lain terhadap Brand.

Dalam persidangan, jaksa menggambarkan Brand sebagai pelaku yang memanfaatkan popularitas dan kekuasaannya untuk mendekati perempuan serta melakukan tindakan seksual tanpa memedulikan keinginan mereka.

Brand sendiri telah membantah seluruh dakwaan. Ia mengakui pernah menjalani kehidupan yang penuh perilaku seksual berisiko, tetapi menegaskan bahwa persetujuan merupakan hal mendasar dalam setiap hubungan seksualnya.

Russell Brand Diputus Bersalah

Setelah mendengarkan keterangan para saksi dan memeriksa bukti selama persidangan, juri memberikan putusan pada Kamis (5/11/2026). Brand dinyatakan bersalah atas satu dakwaan pemerkosaan dan tiga dakwaan penyerangan seksual terhadap empat perempuan. Seluruh tindak pidana yang dinyatakan terbukti tersebut terjadi dalam rentang 2004 hingga 2009.

Namun, juri juga membebaskan Brand dari dua dakwaan pemerkosaan lainnya dan satu dakwaan percobaan penyerangan tidak senonoh. Dengan demikian, tidak seluruh tuduhan yang diajukan dalam perkara tersebut berakhir dengan putusan bersalah.

Brand terlihat memejamkan mata ketika putusan dibacakan. Setelah itu, ia dibawa petugas pengadilan menuju ruang tahanan. Hakim Joel Bennathan menolak permohonan jaminan dan menyatakan Brand menghadapi kemungkinan hukuman penjara yang cukup panjang. Pembacaan vonis dijadwalkan berlangsung pada Senin (9/11/2026).

Kepolisian Metropolitan London menyebut putusan tersebut menjadi pesan bahwa ketenaran dan kekuasaan tidak membuat seseorang kebal terhadap hukum.

"Saya berharap vonis ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum, terlepas dari seberapa terkenal atau berkuasanya mereka," ujar Inspektur Detektif Andy Furphy dari kepolisian London.

Profi Russel Brand dan Rekam Jejak di Dunia Hiburan

Russell Brand mengawali kariernya sebagai komedian tunggal (stand-up comedian) pada usia 20-an setelah sempat belajar di sekolah seni pertunjukan Italia Conti. Namanya mulai dikenal luas di Inggris pada 2004 ketika menjadi presenter acara Big Brother's Big Mouth di Channel 4.

Popularitasnya semakin meningkat setelah membawakan program radio di BBC Radio 2 dan tampil dalam berbagai pertunjukan komedi. Pada 2007, ia menerbitkan autobiografi "My Booky Wook" yang menjadi buku terlaris dan meraih penghargaan biografi terbaik dalam British Book Awards 2008.

Brand kemudian merambah industri perfilman Hollywood dengan membintangi sejumlah film, termasuk Get Him to the Greek (2010) dan Arthur (2011). Ia juga menjadi sorotan publik setelah menikah dengan penyanyi Katy Perry pada 2010, meski pernikahan mereka berakhir setelah 14 bulan.

Setelah kontroversi Sachsgate pada 2008 dan semakin berkurangnya pekerjaan di televisi serta film, Brand beralih membangun popularitas melalui media sosial dan kanal digital. Ia kemudian dikenal sebagai komentator yang membahas politik, agama, spiritualitas, dan teori konspirasi.

Russell Brand menikah untuk kedua kalinya dengan Laura Gallacher pada 26 Agustus 2017. Pernikahan tersebut berlangsung secara tertutup di Remenham Church, dekat kediaman mereka di Henley-on-Thames, Oxfordshire, Inggris. Hingga persidangan berlangsung, Laura Brand tetap mendampingi suaminya, meskipun hal tersebut disebut berdampak pada kariernya sendiri.

Baca juga artikel terkait KOMEDIAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar